770.599 Anak di DIY Ditargetkan Dapat Vaksin Rubella

Patricia Vicka    •    Selasa, 01 Aug 2017 11:30 WIB
imunisasi
770.599 Anak di DIY Ditargetkan Dapat Vaksin Rubella
Ilustrasi imunisasi, MI - Ramdani

Metrotvnews.com Yogyakarta: Presiden Joko Widodo membuka kegiatan imunisasi campak dan rubella Nasional 2017 di DI Yogyakarta. Sebanyak 770.599 anak yang menjadi target pemberian imunisasi di provinsi tersebut.

Pemberian imunisasi berlangsung di MTs Negeri 10 Sleman, DI Yogyakarta, Selasa 2 Agustus 2017. Imunisasi diberikan pada anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun secara gratis.

"Pemberian vaksin diberikan secara bertahap," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastusi.

Tahap pertama, pemberian vaksin dilakukan di 4.812 sekolah. Tahap ini dikhususkan untuk anak sekolah selama Agustus 2017.

Lalu tahap kedua, pemberian vaksin untuk anak belum sekolah. Tahap kedua berlangsung pada September. Pembajun menargetkan 95 persen anak di DIY mendapatkan imunisasi.

Rubella atau campak jerman disebabkan oleh virus rubella. Penyebarannya mudah. Sebab penularannya melalui batuk atau bersin dari orang yang menderita virus ini.

Rubella menyebabkan ruam kemerahan di kulit. Sebenarnya tidak berbahaya. Namun bila menyerang ibu hamil yang baru mengandung kurang dari 5 bulan, virus ini bisa menyebabkan cacat bawaan pada janin. Bahkan virus bisa menyebabkan kematian di dalam kandungan.

Baca: Virus Rubella Tak Boleh Renggut Masa Depan Anakku

Orang yang terserang penyakit ini akan merasakan demam, sakit kepala, hidung tersumbat. nafsu makan berkurang, kemerahan pada mata, pembengkakan kelenjar limfa, nyeri sendi, dan ruam di kulit.

Pencegahan Rubella paling efektif dengan vaksinasi. Ibu hamil juga disarankan melakukan skrinning TORCH saat sedang mengandung.

TORCH merupakan istilah yang mengacu pada empat jenis penyakit, yakni toxoplasmosis, infeksi rubella, cytomegalovirus (CMV), dan herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2).

Perhatian terhadap TORCH lebih diarahkan pada perempuan hamil karena bisa memberi dampak yang signifikan terhadap masa depan anak, kelak.

Lihat video:
 


(RRN)