Anak Panti Asuhan di Yogya Telah Nikmati KIP

Patricia Vicka    •    Kamis, 20 Apr 2017 15:54 WIB
kartu perlindungan sosial
Anak Panti Asuhan di Yogya Telah Nikmati KIP
Panti Asuhan Hamba di Pakem, Sleman, DIY. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tak seperti di daerah lain, nasib anak-anak panti asuhan di Daerah Istimewa Yogyakarta lebih baik. Mereka telah tersentuh program Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan operasional sekolah (BOS) dan BOS daerah.

Seperti dialami penghuni Panti Asuhan Remaja Bina Putra di Jl Pramuka, Bantul, DIY. Dari 132 anak asuh, 123 di antaranya telah mengantongi KIP, serta BOS dan BOSda. Sebagian besar anak asuh duduk di bangku SMK. Hanya 12 anak yang masih SMP.

"(Bantuan) Diberikan berjangka langsung untuk membayar uang sekolah," ujar Simon Suharyanta, selaku pendiri panti, kepada Metrotvnews.com, Kamis, 20 April 2017.

Puluhan Anak Panti Asuhan di Kendal tak Punya BPJS Kesehatan

Selain itu pihaknya juga mendapat bantuan dana hibah dari Pemkab Bantul untuk biaya penunjang pendidikan. Setiap anak mendapat Rp700 ribu per tahun.

Sayangnya, jumlah anak asuh penerima hibah tiap tahun selalu menurun. "Tahun ini hanya 13 anak yang dapat bantuan dana hibah. Tahun sebelumnya lebih banyak dan jumlahnya lebih besar. Akhirnya kami bagi rata bantuan itu ke seluruh anak," katanya.

Walau sudah mendapatkan bantuan, Simon merasa bantuan itu belum cukup menopang biaya pendidikan dan penunjang pendidikan siswa. Ia berharap pemerintah juga memberi bantuan beasiswa kepada para anak panti untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan perguruan tinggi.

Anak asuh di Panti Asuhan Hamba di Harjobinangun, Pakem, Sleman juga sudah menerima bantuan KIP, Bos dan Bosda. Namun bantuan ini belum merata.

Ketua II Panti Asuhan Hamba, Tresia Sri Sugiarti menjelaskan baru 10 dari 25 anak asuh yang duduk di SD dan SMP sudah mendapat dana BOS dan KIP.

Sementara, baru satu dari lima anak asuh tingkat SMK yang mendapat bantuan. "Masih banyak yang belum dapat," tutur wanita yang akrab disapa Tres ini.

Ia berharap agar pemerintah bisa segera memberi bantuan dana pendidikan untuk seluruh anak asuhnya, terutama yang duduk ditingkat SMK. Sebab, mereka membutuhkan banyak biaya untuk penunjang pendidikan.

"Harapan kami semua siswa SMK dapat bantuan. Tidak hanya untuk bayar SPP tapi untuk biaya penunjang pendidikan seperti beli alat tulis, buku latihan soal dan alat tulis," tuturnya.


(SAN)