TNGM Batasi Jumlah Pendaki di Hari Kemerdekaan

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 10 Aug 2017 19:06 WIB
gunung merapi
TNGM Batasi Jumlah Pendaki di Hari Kemerdekaan
Gunung Merapi --ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho--

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) membatasi pendaki Gunung Merapi jelang Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia. Pendaki di Gunung Merapi dibatasi maksimal 2.650 orang. 

"Pembatasan lokasi ini berkaitan kondisi morfologi puncak Gunung Merapi yang rawan akan ancaman letusan freatik yang masih mungkin terjadi," kata Kepala Balai TNGM, Ammy Nurwati, dalam keterangan tertulisnya Kamis, 10 Agustus 2017. 

Ammy mengatakan, ada dua jalur resmi pendakian Gunung Merapi. Yakni, jalur Selo, Boyolali bisa dilalui 2.500 pendaki. Sementara, jalur Sapuangin hanya bisa dilalui 150 pendaki.

Ammy menegaskan, pembatasan juga dilakukan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan saat kegiatan pendakian. "Pembatasan ini selama 15-17 Agustus 2017," kata dia. 

Ia meminta para pendaki tak melakukan aktivitas di sekitar stasiun-stasiun pemantauan dengan jarak 50 meter. Sebab, adanya aktivitas manusia bisa mengganggu alat pemantau Gunung Merapi. 

Ammy juga mengimbau agar semua pendaki menaati tata tertib dengan melakukan registrasi serta pelaporan pendakian. "Pendaki juga harus menjaga kebersihan dan jangan melakukan aksi vandalisme. Akan ada sanksi pagi pelanggar peraturan," jelasnya. 

Ia menambahkan, berdasarkan data evaluasi pemantauan instrumental dan visual Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, status Gunung Merapi dalam tingkatan normal. Menurutnya, tak ada indikasi peningkatan aktivitas yang menjadikan ancaman keselamatan manusia di luar radius dua kilo meter dari Puncak Gunung Merapi. 


(ALB)