Satgas Perlindungan Anak Sidik Kasus Kecanduan Air Rebusan Pembalut

Patricia Vicka    •    Jumat, 09 Nov 2018 20:57 WIB
narkoba
Satgas Perlindungan Anak Sidik Kasus Kecanduan Air Rebusan Pembalut
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Yogyakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise menerjunkan satgas perlindungan anak dan perempuan untuk mencaritahu akar kasus rebusan pembalut.

Yohana mengaku merasa miris dengan maraknya fenomena anak-anak yang mabuk dengan meminum air rebusan pembalut.

"Tim satgas perlindungan anak dan perempuan sudah terjun ke lapangan. Kami dampingi mereka (anak-anak yang kecanduan)," kata Yohana di Yogyakarta, Jumat, 9 November 2018.

Yohana menjelaskan, satgas diterjunkan ke lapangan untuk menyembuhkan anak-anak yang kecanduan zat adiktif. Menurutnya anak-anak tersebut hanyalah korban.

Yohana kembali mengatakan, fenomena menghirup zat adiktif saat ini tidak hanya melalui rebusan pembalut saja. Ada beberapa tindakan lain yang kerap dilakukan anak-anak guna merasakan efek mabuk. Di antaranya mencium lem aibon dan bensin.

Menurut Yohana, hal ini terjadi karena kurang optimalnya orang tua dalam menjaga dan mendidik anak. Ia mendorong orang tua dan masyarakat setempat untuk lebih perhatian pada anak. Orang tua diminta untuk meluangkan waktu lebih banyak mendampingi anak-anaknya.

"Orang tua bertanggung jawab menjaga anak dan mendidiknya untuk berperilaku baik. Jangan sampai salah mendidik," beber Yohana.

Kasus anak mabuk dengan meminum rebusan pembalut mencuat usai Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menemukan anak-anak berusia belasan tahun kecanduan meminum air rebusan pembalut.

Mereka yang sebagian besar anak jalanan mengaku merasakan 'ngefly' usai meminum air rebusan tersebut.


(DEN)