Antisipasi Bencana, Fasilitas RS Slamet Riyadi Ditingkatkan

Pythag Kurniati    •    Rabu, 09 Nov 2016 13:44 WIB
peresmian rumah sakit
Antisipasi Bencana, Fasilitas RS Slamet Riyadi Ditingkatkan
Kasad Jendral TNI Mulyono meninjau dan meresmikan RS Slamet Riyadi, Rabu (9/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Tingginya ancaman bencana di Kota Solo, Jawa Tengah, membuat TNI Angkatan Darat meningkatkan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Tingkat III Slamet Riyadi di Jalan Brigjen Slamet Riyadi Nomor 321 Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu 9 November 2016. Peresmian peningkatan fasilitas kesehatan ini dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Mulyono.

“Kita tahu Solo menghadapi banyak ancaman bencana seperti banjir, longsor dan dekat dengan gunung berapi,” kata Mulyono, usai meresmikan RS Slamet Riyadi.

Peningkatan fasilitas ini, kata dia, akan memberikan andil bagi pelayanan kesehatan untuk prajurit maupun masyarakat umum di Kota Solo dan sekitarnya.

Didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Djaswandi dan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Mulyono melihat bagian-bagian rumah sakit. Dalam tinjauannya, Kasad meminta pelaksana pembangunan memperbaiki beberapa komponen bangunan yang dianggap masih kurang sempurna.

“Harapan saya bangunan baru disesuaikan dengan spek yang ada. Masih ada enam bulan pemeliharaan setelah proyek jadi. Kami minta diperbaiki kekurangan yang masih ada,” kata dia.

Renovasi, penambahan bangunan, dan penyediaan alat-alat kesehatan (alkes) RS Slamet Riyadi, lanjutnya, menelan dana Rp108 miliar.

Cikal bakal RS Slamet Riyadi bermula dari dibentuknya DKT Resimen 15 Terr IV atau yang lebih dikenal dengan DKT RI 15 pada 1950. Pada 1960 terjadi perubahan nama menjadi Kesehatan Resimen Infanteri 15. 

Pada 1961 terjadi peleburan. Kesehatan Resimen Infanteri pun menjadi Rumkit 722 di bawah Ka Kesdam Diponegoro. Namanya kembali berubah menjadi Detasemen Kesehatan 074 pada 1966 dan menjadi Rumkit Tingkat IV Slamet Riyadi atau RST Slamet Riyadi pada 1997. Hingga saat ini menjadi Rumkit Tingkat III 04.07.02 Slamet Riyadi.

Kepala RS Slamet Riyadi, Mayor Ckm Ridwan Dwi Saputro, mengatakan rumah sakit seluas 13 ribu meter persegi ini memiliki fasilitas ruang hemodialisa, instalasi gawat darurat 24 jam, serta rung rawat inap. 

“Ada 110 tempat tidur, 32 dokter spesialis, 13 dokter umum, serta alat kesehatan seperti MRI, CT Scan, dan lain sebagainya,” kata dia. 

Ridwan menerangkan tarif pelayanan kesehatan di RS Slamet Riyadi dimungkinkan lebih murah. “Karena kami punya aturan menentukan tarif yakni Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2014 mengenai tarif rumah sakit di lingkungan Kementerian Pertahanan,” urainya. Pemberlakuan BPJS juga otomatis diterapkan di RS ini.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, berharap peningkatan layanan RS Slamet Riyadi ini bisa meningkatkan layanan kesehatan bagi warga.
(UWA)