Ada 59 Perlintasan Kereta Api Liar di Solo Raya

Pythag Kurniati    •    Rabu, 20 Dec 2017 14:33 WIB
jalur kereta api
Ada 59 Perlintasan Kereta Api Liar di Solo Raya
Salah satu perlintasan liar di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Pythag Kurniati

Solo: Ada 69 perlintasan kereta api tidak resmi (perlintasan liar) tersebar di wilayah PT. KAI Daerah Operasi (Daop) VI Yogyakarta. Sebanyak 59 di antaranya berada di wilayah Solo Raya.

Humas PT. KAI Daop VI Eko Budiyanto menuturkan, perlintasan liar itu tersebar di beberapa kabupaten/kota. Perlintasan liar paling banyak terdapat di Kabupaten Sukoharjo, mencapai 31 perlintasan liar.

Disusul kemudian Kabupaten Wonogiri berjumlah 19 perlintasan liar. Sedangkan Kabupaten Klaten dan Sragen masing-masing 3 perlintasan liar.

"Kabupaten Karanganyar 2 perlintasan (liar) dan Surakarta satu perlintasan liar," ungkap Eko saat dihubungi oleh Medcom.id, Rabu, 20 Desember 2017.

(Baca: Penutupan Perlintasan Sebidang untuk Keselamatan Warga)

Eko menambahkan, keberadaan perlintasan liar yang dibuat secara tak resmi oleh masyarakat ini sangat membahayakan. "Baik bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan," ungkap dia.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian disebutkan bahwa untuk keselamatan perjalanan KA dan pemakai jalan, perlintasan yang tidak berizin harus ditutup.

"Kewenangan penutupan perlintasan liar ini ada pemerintah. Namun kami juga punya hak kalau itu membahayakan KA, kita patok pakai rel," jelas dia.

PT. KAI menekankan agar masyarakat tidak membuat perlintasan liar baru. Sebab, membuat perlintasan itu harus seizin Menteri dan tidak sembarangan.

(Klik: Kemenhub Kesulitan Menutup Perlintasan Sebidang)

Ia mengaku, kedisiplinan masyarakat dan pengguna jalan terkait perlintasan kereta api masih sangat rendah. "Jangankan yang tidak dijaga (liar), yang dijaga saja kedisiplinan masyarakat masih minim," bebernya.

Ia juga meminta masyarakat tidak menggunakan aset perkeretaapian untuk kepentingan pribadi. Misalnya dengan tidak membuat bangunan-bangunan berjarak dekat dengan rel kereta api.

Kemudian, lanjut Eko, masyarakat diminta tidak mengorbankan keselamatan demi aksi yang tidak berarti. Contohnya berswafoto terlalu dekat dengan kereta api yang melintas.

 


(SUR)