Sempat Ditutup, Akses Jalan di Gunungkidul Kembali Normal

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 29 Nov 2017 15:40 WIB
banjirlongsorbencana banjir
Sempat Ditutup, Akses Jalan di Gunungkidul Kembali Normal
Petugas kepolisian berpakaian kuning terlihat di akses jalan menuju Jembatan Bunder di Kecamatan Playen yang sudah bisa dilalui. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Gunungkidul: Akses jalan menuju Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta kembali dibuka pada Rabu, 29 November 2017. Sebelumnya, akses jalan menuju Gunungkidul, yakni Jalan Yogyakarta-Wonosari sempat ditutup akibat hujan intensitas tinggi pada Selasa, 28 November 2017. Bahkan hujan masih terjadi pada Rabu dini hari. 

Meski akses jalan sudah dibuka, pengguna jalan harus lebih hati-hati. Sebab, sebagian jalan tampak rusak usai penutupan jalan akibat banjir. 

Salah satu jembatan yang dilalui yakni Jembatan Bunder di Kecamatan Playen. Jembatan yang memiliki dua sisi ini hanya diberlakukan satu sisi. Sebab, salah satu jembatan masih ditutup karena terdapat pohon tumbang yang masih di badan jembatan.

Baca: Warga Gunungkidul Terisolasi dan Bertahan di Atap Rumah

Tak hanya itu, material sampah bekas banjir masih banyak terlihat. Di sisi barat jembatan, tiang listrik masih menutupi sebagian akses jalan. 

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuka mengatakan akses jalan ditutup pada Selasa siang. Hal itu semata demi keselamat warga. "Karena debit air sungai Oya sudah surut, akses jalan dibuka kembali," kata Mega dihubungi pada Rabu, 29 November 2017. 
 
Meski sudah dibuka, petugas kepolisian masih memberlakukan buka tutup jalan. Sebab, akses jembatan hanya bisa dilalui satu sisi.

Pihak kepolisian akan melihat situasi lebih aman lagi untuk membuka sisi jembatan yang satu. "Jalan masih banyak lumpur akibat arus sungai deras melompati jembatan. Pengguna jalan diimbau hati-hati," kata dia. 

Hujan deras terjadi sepanjang Selasa, 28 November 2017, di sebagian besar wilayah Daetah Istimewa Yogyakarta. Di Gunungkidul, banyak rumah terendam hingga fasilitas pendidikan. Bahkan, sejumlah warga harus bertahan di atap rumah untuk menghindari banjir. 


(ALB)