RRT-Indonesia Pererat Kerja Sama Bidang Sains, Teknologi dan Inovasi

Pythag Kurniati    •    Rabu, 29 Nov 2017 11:20 WIB
indonesia-tiongkok
RRT-Indonesia Pererat Kerja Sama Bidang Sains, Teknologi dan Inovasi
Menristekdikti Mohamad Nasir di Kota Solo, Jateng, Selasa, 28 November 2017. Foto: Metrotvnews.com / Pythag Kurniati

Solo: Setelah menjalin kerja sama di bidang pendidikan, pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) kembali memperluas kerja sama. Indonesia-RRT mengembangkan kerja sama dalam bidang sains, teknologi dan inovasi.

"Kerja sama yang sudah kami lakukan, pertama masalah student mobility. Yakni mengirim mahasiswa Indonesia ke Tiongkok untuk pendidikan S2, S3," ungkap Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di Kota Solo, Selasa, 28 November 2017.

Mohamad Nasir menjelaskan, ada sebanyak 700 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Tiongkok. Kini saatnya, lanjut dia, rencana aksi terkait sains, teknologi dan inovasi mulai dijalin.

"Karena kita tahu, inovasi di China sudah jauh lebih maju," imbuhnya. Sedangkan menurutnya, dewasa ini, negara tidak akan maju jika tidak melakukan inovasi.

Nasir melanjutkan kerja sama lainnya yakni dalam pengembangan science technopark. Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Indonesia dalam RPJMN akan membangun 100 technopark. Dalam hal ini, Kemenristekdikti yang ditugaskan mengkoordinasi," paparnya.

Pengembangan technopark inilah, lanjut Nasir, yang dikerjasamakan. Negara-negara yang akan menjalin kerja sama antara lain Tiongkok, Taiwan, Swiss, Jerman, Belanda.

"Misalkan yang Swiss akan bekerja sama dengan yang di Jember. Kemudian yang Jerman kerja sama dengan technopark di Semarang," urai dia.

Sedangkan rencana aksi di bidang riset, setidaknya memuat beberapa poin kerja sama. Pertama dalam bidang bio teknologi. "Kemudian, dalam hal pengembangan High Temperatur Gas Cooled Reactor (HTGR), Nuklir Power Plan dan teknologi transfer," bebernya.




 


(SUR)