Pemohon KTP-el Diminta Bayar Nomor Antrean Rp300 Ribu

Kuntoro Tayubi    •    Jumat, 23 Mar 2018 15:51 WIB
pelayanan e-ktp
Pemohon KTP-el Diminta Bayar Nomor Antrean Rp300 Ribu
Warga mengurusi KTP-el di Dispendukcapil Tegal, Jumat, 23 Maret 2018, Medcom.id - Kuntoro

Tegal: Pemohon wajib membayar nomor antrean sebesar Rp300 ribu untuk mengurusi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tegal, Jawa Tengah. Setiap pemohon diminta menyerahkan uang Rp300 ribu untuk mendapatkan nomor antrean.

Informasi itu disampaikan warga melalui layanan pesan singkat 'SMS Lapor Bupati'. Layanan itu dikelola Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Tegal.

"Jika ada oknum yang menjualbelikan nomor antrean silakan laporkan. Foto orangnya sebagai bukti," kata Pjs Bupati Tegal, Sinoeng Noegroho Rachmadi, Jumat, 23 Maret 2018.

Dia menegaskan, dalam proses pembuatan dan pengambilan KTP-el, tidak diperbolehkan adanya pungutan. Pihaknya akan menindak tegas bagi pelaku pungli. Hal itu sudah menjadi komitmen Disdukcapil dalam melayani masyarakat dengan baik. 

"Terimakasih atas laporan masyarakat. Kami akan tindaklanjuti laporan ini," katanya. 

Baca: Pemohon KTP-el Antre sejak Dini Hari

Sinoeng tak menampik, akhir-akhir ini jumlah pemohon KTPel bertambah banyak. Pemohon tidak hanya pembuat KTPel baru, tapi juga pembuat lama sejak 2012 dan 2013 yang hingga kini belum jadi. Untuk menyelesaikan itu, petugas Disdukcapil rela bekerja lembur di hari Sabtu dan Minggu.

"Sebenarnya mesin ada 20 unit. Sebanyak 18 unit berada di kecamatan, dan dua unit di kantor Disdukcapil. Tapi, dua mesin di Disdukcapil rusak, sehingga mengambil dua unit yang berada di kecamatan," sambungnya. 

Sinoeng sudah meminta kepada Sekda Tegal untuk menfasilitasi masyarakat yang mengantre dengan membuat tarub atau layos di depan kantor Disdukcapil. Tujuannya agar warga yang mengantre tidak kepanasan. Selain itu, Pjs Bupati berencana akan enggandeng komunitas motor trail Trabas untuk ikut mendistribusikan KTPel yang sudah dicetak. 

"Kami juga akan bekerjasama dengan komunitas lainnya yang bersedia membantu mendistribusikan KTPel," pungkasnya. 


(RRN)