Harga Bahan Pangan di DIY Stabil

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 30 Dec 2017 11:39 WIB
harga sembakoharga sayur
Harga Bahan Pangan di DIY Stabil
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Joko Sulistyo)

Yogyakarta: Komoditas bahan pangan di Daerah Istimewa Yogyakarta berada dalam kondisi aman jelang Tahun Baru 2018. Selain aman, harga sejumlah komoditas juga masih stabil. 

"Dari pemantauan yang kita lakukan stok cukup dan harga pangan aman terkendali," kata Kepala Pusat Distribusi dan Kerawanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Riwantoro dalam keterangan tertulisnya Sabtu, 30 Desember 2017. 

Ia mengatakan pemantauan yang dilakukan berada di Pasar Beringharjo Yogyakarta. Dari data ketersediaan beras mencapai 563 ribu ton, dan jika kebutuhan konsumsi rumah tangga mencapai 352 ribu ton dengan konsumsi 93 kilogram/kapita/tahun, maka diperoleh surplus sebanyak 156 ribu ton. 

Sedangkan data harga pangan di pasar Beringharjo pekan ini yakni beras medium Rp9.400 perkilogram (kg), daging sapi Rp115.000/kg, daging ayam Rp33.000/kg. 

Sementara telur ayam Rp24.500/kg, cabai merah keriting dan besar Rp38.000/kg, bawang merah Rp17.000/kg, bawang putih Rp20.000/kg, dan gula pasir Rp11.400/kg.

"Beberapa harga pangan, memasuki 2018, stok akan bertambah karena panen di mana-mana, harga tentu akan lebih stabil, bahkan cenderung turun," ungkap Riwantoro.

Ia juga menyatakan, permintaan konsumen terhadap bahan pangan mengalami sedikit lonjakan beberapa pekan lalu. Hal itu, kata dia, berdasarkan keterangan Lurah Pasar Beringharjo Sumarno yang melihat data traksaksi perdagangan. Namun saat ini sudah mulai stabil seperti biasa. 

"Kalau satu dua pekan lalu harga agak sedikit bergerak naik, karena ada kenaikan permintaan beberapa bahan pangan seperti beras, daging ayam, telur dan cabai. Namun saat ini sudah mulai stabil dan biasa lagi. Apalagi nanti saat panen pada Februari-Maret," tambahnya. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Yogyakarta Arofah Noor Indriani menambahkan pemerintah mampu mencukupi kebutuhan beras bagi masyarakat. Ia mengklaim, produksi beras di Yogyakarta mengalani surplus tiap tahunnya. 

"Kalau masalah harga pangan, relatif stabil dan terkendali, karena kami selalu melakukan pemantauan dengan instansi terkait," jelas Arofah.


(ALB)