Siklon Tropis Cempaka

Tanggap Darurat Bencana di Bantul Berpotensi Diperpanjang

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 03 Dec 2017 13:34 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis cempaka
Tanggap Darurat Bencana di Bantul Berpotensi Diperpanjang
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Bantul: Masa pemulihan sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pascabencana alam akibat Siklon Tropis Cempaka, belum bisa dipastikan. Status tanggap darurat bencana usai 28 November 2017 akan berakhir hingga 12 Desember 2017.

"Jika tanggal 12 Desember 2017 belum selesai maka akan diperpanjang seminggu. Jika belum selesai, lalu ditetapkan status transisi pemulihan. Memang mekanismenya, tahapannya seperti itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto di Bantul pada Minggu, 3 Desember 2017.

Saat ini, lanjut Dwi, penanganan bencana masih tertuju pada pemulihan pemenuhan dasar warga terdampak. Ada ratusan warga masih mengungsi akibat bencana banjir. Sementara, perbaikan infrastruktur tidak bisa cepat dilakukan.

"Infrastruktur butuh waktu. Dalam kondisi darurat tak boleh membangunan secara permanen," kata dia.

Ia juga menjelaskan, tahapan-tahapan pemulihan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Ia mencontohkan, selain penanganan warga terdampak, yakni penanganan talut-talut di tepian sungai yang sebagian besar ambrol.

"Talut yang ambrol itu akan diperbaiki segera. Nanti akan kita pertimbangkan jika terjadi bencana lanjutan agar (dampaknya) tidak mengembang," ungkapnya.

(Baca: Kerugian Akibat Banjir di Bantul Ditaksir Melibihi Rp5 Miliar)

Catatan BPBD DIY, Bantul menjadi wilayah paling banyak terdampak bencana alam. Setidaknya, 10.232 jiwa di 17 kecamatan di 71 desa tersampak. Kemudian, kabupaten Gunungkidul menyusul dengan jumlah warga terdampak 3.003 jiwa, Kulon Progo (1.072 jiwa), Kota Yogyakarta (236 jiwa), dan Sleman (214 jiwa).

Sementara, data kerusakan meliputi rumah (146 unit), jembatan (7 titik), jalan (12 titik), talud (25 titik), dam (3 unit), drainase (2 titik), jaringan telepon (6 titik), jaringan listrik (20 titik), tiang listrik (4 unit), fasilitas kesehatan  (1 unit), fasilitas ibadah (4 unit), fasilitas kantor (1 unit), fasilitas pendidikan (4 unit), kandang ternak (14 unit), tempat usaha (11 unit), kendaraan (2 unit), hewan ternak (11 ekor), pohon tumbang (144 batang), dan saluran air bersih PDAM (1 jaringan). Di sisi lain, korban meninggal dunia ada sebanyak 10 orang, dan mengalami luka-luka sebanyak 13 orang.

Beragam kebutuhan seperti air bersih, pakaian layak pakai, obat-obatan, alat mandi, hingga terpal masih diperlukan warga terdampak banjir yang mengungsi.


(SUR)