Isak Tangis Iringi Pemakaman Ki Enthus Susmono

Kuntoro Tayubi    •    Selasa, 15 May 2018 19:15 WIB
obituari
Isak Tangis Iringi Pemakaman Ki Enthus Susmono
Jenazah Ki Enthus Susmono dibawa ke liang lahat. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)

Tegal: Ribuan pelayat tampak menangis saat mengantarkan jenazah dalang kondang ki Enthus Susmono ke liang lahat. Mereka seakan tidak percaya jika bapak dari empat anak itu meninggal. Selama hidupnya, almarhum hampir tidak pernah berkeluh sakit. 

"Abah (sapaan akrab Enthus Susmono) itu seorang pekerja keras. Seorang pembelajar dan suka kepo. Tanpa mengenal waktu, tanpa mengenal lelah, bahkan tidak pernah mengeluh sakit," kata Firman Haryo Susilo, salah satu anak Enthus Susmono, saat memberikan penghormatan terakhir di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal, Selasa, 15 Mei 2018. 

Penghormatan terakhir itu dihadiri Plt Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko dan seluruh anggota Forkopimda Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Brebes, dan Pemalang. Selain itu, hadir pula Anggota Fraksi PKB DPR RI Bahrudin Nasori, pasangan calon (paslon) bupati-wakil Bupati Tegal, paslon walikota-wakil walikota Tegal, dan ribuan masyarakat Kabupaten Tegal.



Haryo meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tegal dan pegawai Pemkab Tegal untuk memaafkan ayah kandungnya jika pernah berbuat salah. Entah kesalahan disengaja, maupun tidak disengaja. Haryo tak menampik, Enthus Susmono memang kerap berkata kasar. Tapi sejatinya, Bupati Tegal petahana itu hatinya baik.

"Hadiah terakhir dari Abah dan Ibu Umi Azizah (wakil bupati tegal) untuk masyarakat Kabupaten Tegal adalah meraih juara 1 tingkat nasional bidang perencanaan pembangunan daerah. Sebenarnya abah pengin meraih prestasi lainnya lagi, tapi takdir berkata lain," ujar Haryo seraya meneteskan air mata.

Sementara, Pjs Bupati Tegal Sinoeng Noegroho Rachmadi saat memberikan penghormatan terakhir mengaku kehilangan sosok pemimpin yang begitu lekat dan sangat dicintai rakyatnya. Seorang guru besar yang penuh dedikasi dengan berbagai tugas yang masih diembannya. 



"Saya menyaksikan bahwa beliau orang yang baik. Sepanjang kepemimpinannya, beliau selalu menunjukkan ketelitian, ketekunan dan tanggungjawabnya dalam mengemban amanat rakyat," ucapnya.

Menurutnya, tidak sedikit prestasi gemilang yang berhasil ditorehkan Pemkab Tegal selama masa kepemimpinannya. Rasa letih dan lelah yang mendera tidak menyurutkan niatnya untuk bertemu dan melayani rakyatnya. "Sungguh suatu teladan yang patut kita tiru. Selamat jalan Bapak Bupati Tegal. Biarlah sikap hidup dan contoh konkrit yang telah bapak berikan selama ini menjadi teladan yang sangat berharga bagi kami semua," ujarnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Bahrudin Nasori usai menghadiri prosesi penghormatan terakhir mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Dirinya tidak menyangka jika sahabat karibnya itu meninggal dunia begitu cepat. Beberapa waktu lalu, dirinya mengaku masih sempat bercanda dengan dalang nyentrik itu.

"Selamat jalan sahabatku. Semoga amal baik almarhum dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa," imbuhnya.



(ALB)