Aksi Bela Islam Jilid III

Kapolresta Solo Titip Pesan pada Peserta Aksi

Pythag Kurniati    •    Rabu, 30 Nov 2016 10:35 WIB
unjuk rasa
Kapolresta Solo Titip Pesan pada Peserta Aksi
Parade Nusantara digelar di Solo jelang aksi 2 Desember, MTVN - Pyhtag Kurniati

Metrotvnews.com, Solo: Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) memberangkatkan 25 bus dari Solo menuju Jakarta. Bus mengangkut warga yang turut dalam aksi bela Islam Jilid III pada 2 Desember.

Kapolresta Solo Kombes Achmad Lutfi mengaku sudah mendapat laporan mengenai pemberangkatan 25 bus pada Kamis 1 Desember itu. Kapolreta pun menitipkan pesan pada peserta aksi.

"Pesan saya, patuhi undang-undang dan patuhi lalu lintas," kata Kapolresta usai Apel Nusantara Bersatu di Lapangan Kottabarat, Solo, Rabu (30/11/2016).

Kapolresta mengingatkan sejumlah peraturan yang harus ditaati peserta aksi. Misalnya tidak membawa senjata tajam, tidak merusak, dan mengaga ketertiban serta kenyamanan masyarakat.

Baca: Polri Pastikan Aksi 2 Desember Tak Diisi Orasi

Kapolresta optimistis warga Solo sudah dewasa menilai hal baik dan buruk. Lantaran itu, Kapolresta meminta mereka menjaga keselamatan selama dalam perjalanan berangkat ke Ibu Kota hingga kembali ke kampung halaman.

Sebelumnya Humas Aksi Endro Sudarsono menerangkan DSKS memberangkatkan 25 bus pada Kamis 1 Desember 2016 pukul 12.00 WIB ke Jakarta. Endro memastikan peserta aksi tertib.

"Aksi 4 November kemarin kami juga berangkatkan ratusan orang. Dan orang Solo semuanya tertib hingga pulang kembali. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata dia.

Ribuan orang yang berangkat dari Solo berasal dari Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM), Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Jamaah Ansharus Syariah (JAS), Hisbullah Sunan Bonang, FUI Karanganyar, dan Pondok Pesantren Almukmin Ngruki.

Mereka bergabung dengan rombongan dari daerah lain yang beraksi pada 2 Desember di Jakarta. Agenda aksi merupakan lanjutan dari unjuk rasa pada 4 November. 

Yaitu menuntut penegak hukum menuntaskan kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Sementara pria yang akrab disapa Ahok itu kini berstatus tersangka.


(RRN)