Air Mata Istri Nelayan yang Hilang di Perairan Karimunjawa

Rhobi Shani    •    Selasa, 29 Nov 2016 17:23 WIB
kecelakaan kapal
Air Mata Istri Nelayan yang Hilang di Perairan Karimunjawa
Petugas mengurusi tiket agar Saroh dan keluarganya dapat menyeberang ke Karimunjawa untuk mendapat kejelasan mengenai suaminya hilang di laut, MTVN - Rhobi Shani

Metrotvnews.com, Jepara: Saroh lebih banyak berdiam diri dalam perjalanan menuju Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dalam diamnya, ia berharap sang suami yang hilang saat melaut di perairan Karimunjawa ditemukan.

Pukul 07.00 WIB, Selasa 29 November, Saroh bersama dua anaknya tiba di dermaga Pelabuhan Jepara. Ia menggendong si anak bungsu yang masih berusia dua tahun. Sedangkan si anak sulung yang berusia enam tahun mengikuti langkah kaki Saroh.

Musriah yang tak lain kakaknya berusaha menenangkan Saroh yang beberapa kali mengusap air mata. Sedangkan Maidi, Kepala Desa Ngargosari, Kabupaten Kendal, mengurusi administrasi untuk menyeberangkan Saroh beserta kakak dan dua anaknya ke Karimunjawa.

Musriah mengaku kedatangan mereka untuk memastikan kabar mengenai Repin yang hilang saat melaut pada Jumat 25 November. Mendapat kabar itu, Saroh terus gelisah hingga akhirnya memutuskan untuk mendatangi Karimunjawa.

Baca: Kapal Nelayan tanpa Awak Ditemukan di Karimunjawa

"Makanya kami berangkat ke sini (Jepara)," kata Musriah.

Lalu pukul 09.00 WIB, Saroh dan rombongan pun masuk ke kapal yang akan berlayar ke Karimunjawa. Selama berlayar, Saroh tak banyak bicara. Ia lebih banyak berdiam diri.


(Cuaca mendung di perairan Karimunjawa, Jepara, MTVN - Rhobi Shani)

Raut wajah tak bisa menyembunyikan kesedihan pada perempuan berusia 31 tahun tersebut. Beberapa kali air matanya mengalir. Beberapa kali pula ia mengusap air matanya. Sambil, sesekali ia mengusap rambut dan wajah bocah dalam gendongannya.

Bagi Saroh dan kedua anaknya, Repin adalah tulang punggung. Sehari-hari, Repin melaut. Hasil laut yang ia dapat digunakan untuk makan sehari-hari. Sisanya ia jual untuk kebutuhan keluarga.

Musriah mengatakan Saroh terakhir kali bertemu Repin dua bulan lalu. Sebab, Repin tinggal di Karimunjawa. Sedangkan Saroh tinggal di Sukorejo, Kendal.

"Repin pulang dua bulan sekali, bisa lebih dua bulan. Selama di kampung itu, Repin bercanda dan bercengkerama dengan istri, anak-anak, dan keluarganya," ungkap Musriah.

Tak ada firasat apapun pada Saroh dan Musriah. Hingga akhirnya, pada 27 November, Saroh mendapat kabar sang suami hilang saat melaut.

Ada nelayan yang menemukan kapal yang biasa digunakan Repin dan rekannya, Suryo, melaut. Namun nelayan tersebut tak menemukan Repin dan Suryo dalam kapal. Mesin kapal mati. Tapi tak satupun peralatan melaut yang hilang.

Baca: Area Pencarian Dua Nelayan Hilang Diperluas

Kedatangan Saroh dan rombongan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Jepara. Selama berada di Karimunjawa, mereka bakal menetap sementara di rumah seorang kerabat sambil menunggu kejelasan kabar Repin.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno mengatakan proses pencarian dua nelayan masih berlangsung. Ia menduga posisi kedua korban menjauh dari titik awal mereka hilang.



(RRN)