Warga Penolak Bandara Tak Diundang Saat Konsultasi Studi Amdal

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 10 Nov 2016 14:37 WIB
bandara
Warga Penolak Bandara Tak Diundang Saat Konsultasi Studi Amdal
Suasana penyampaian penolakan studi amdal dan pembangunan bandara oleh perwakilan warga WTT. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Kulon Progo: PT Angkasa Pura I tak mengundang warga penolak proyek bandara dalam konsultasi publik untuk studi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) calon bandara di Balai Desa Temonkulon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Kamis 10 November 2016. 

Kendati begitu, ada puluhan warga penolak bandara yang tergabung dalam paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) menggelar aksi penolakan di dekat lokasi konsultasi publik studi Amdal.

Mulanya, warga WTT sebatas menyampaikan aspirasi. Setelah berunding, mereka sepakat mewakilkan 15 orang untuk hadir di tengah forum. "Warga yang menolak pembangunan bandara tidak diundang," kata Koordinator WTT, Martono.

Perwakilan PT Angkasa Pura I, Bambang Eko, mengakui bahwa warga yang menolak tak diundang dalam konsultasi publik amdal. Namun, setelah berbincang, warga penolak bandara disilakan mengikuti forum, namun diwakilkan hanya 10 orang.

Baca: Studi Amdal Telat, Pembangunan Bandara Kulon Progo Cacat Hukum

Saat diberikan kesempatan berbicara, Martono mengatakan pembahasan proyek pembangunan bandara hanya membahas yang bersifat senang-senang. Menurutnya, kawasan Kulon Progo tidak cocok jika dikembangkan pariwisata.

"Masyarakat banyak sebagai petani. Petani tak butuh bandara. Kalau jual cabai apa harus dengan bandara?" ujarnya di depan forum.

Selain Martono, juru bicara WTT, David Yunianto juga berpidato soal pernyataan sikap perihal penolakan proyek New Yogyakarta International Airport. Isi pernyataan penolakan itu meliputi kecaman studi amdal, pembangunan bandara yang menabrak RTRW, serta pengabaian kawasan rawan bencana.

Baca: Pembangunan Bandara Kulon Progo Banyak Tabrak Aturan

Kepala Departemen Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Bandara PT Angkasa Pura I, Dedi Ruhiyat, mengatakan sikap warga yang masih menolak akan menjadi bahan penyusunan amdal. Ia mengungkapkan dokumen amdal dikaji secara ilmiah.

"Penolakan warga akan dikelola di dalam penyusunan amdal. Nanti juga akan diuji oleh perwakilan warga," ujar Dedi.
 




(UWA)