Jepara Petakan Zona Tangkapan Ikan, Nelayan: Data Tidak Lengkap

Rhobi Shani    •    Rabu, 09 Nov 2016 12:33 WIB
nelayan
Jepara Petakan Zona Tangkapan Ikan, Nelayan: Data Tidak Lengkap
Tranplantasi terumbu karang di kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Rhobi Shani)

Metrotvnews.com, Jepara: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mulai mensosialisasikan zona tangkapan ikan di perairan setempat. Nantinya, nelayan hanya boleh menangkap di daerah yang sudah ditetapkan. Langkah ini guna menjaga populasi ikan dan terumbu karang.
 
Kepala Bidang Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara Munawarto menyebut pertumbuhan terumbu karang tiap tahun terus menurun. 
 
“Tapi penurunannya berapa, kami tidak bisa menyebutkan karena selama ini kami belum pernah melakukan kajian dan penelitian tentang itu. Paling hanya sebatas pendataan saja,” ujar Munawarto ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/11/2016).
 
Zonasi daerah tangkapan ikan diperlukan untuk menjaga terumbu karang. Saat ini, terumbu karang cukup bagus berada di Karang Bokor, Ujung Piring, Empurancak, Bondo, dan perairan Pulau Panjang.

Di zona terumbu karang tersebut, nantinya nelayan dilarang menangkap ikan. Aktivitas pariwisata dan pengambilan karang akan diawasi.

Apalagi banyak nelayan dari luar daerah yang mencari ikan di perairan laut Jepara. Dia mengklaim sudah mensosialisasikan itu kepada nelayan dan masyarakat.

"Kami juga sudah bekerja sama dengan Polair untuk mengawasi itu,” kata Munawarto.

Terpisah, Ketua Himpunan Nalayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Jepara Sudiyatno mengaku terbantu dengan adanya zonasi tersebut. Hal itu akan memudahkan nelayan dalam mencari ikan. Hanya saja, data zonasi yang diterima pihaknya tidak lengkap.
 
“Terutama data persebaran populasi jenis-jenis ikan yang disampaikan tidak lengkap sehingga nelayan masih kebingungan,” ungkap Sudiyatno.


(SAN)