Pancing Minat Membaca, #BukuUntukIndonesia on Campus Digelar di Undip

Anindya Legia Putri    •    Kamis, 18 May 2017 07:37 WIB
bukuuntukindonesia
Pancing Minat Membaca, #BukuUntukIndonesia on Campus Digelar di Undip
PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) menggelar #BukuUntukIndonesia On Campus bertema Baca Buku Buka Dunia, di Gedung Sudarto Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 4 April 2017 (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Buku merupakan sumber pengetahuan dan inspirasi. Dengan membaca buku, setiap anak berkesempatan mendapatkan pengetahuan dan wawasan lebih luas.

Sayangnya, di Indonesia minat membaca masih rendah. Berdasarkan studi Most Littered Nation in The World yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Fakta lain menyebutkan, di Indonesia satu buku diperebutkan oleh 52 orang, padahal menurut UNICEF, idealnya per satu orang mendapatkan dua buku bacaan.

Melihat kondisi demikian, PT Bank Central Asia, Tbk (BCA) menginisiasi gerakan #BukuUntukIndonesia. Sebagai rangkaian acara dari gerakan tersebut, BCA menggandeng Metro TV dan MetroTVnews.com, menggelar #BukuUntukIndonesia On Campus dengan tema “Baca Buku Buka Dunia" yang berlokasi di Gedung Sudarto Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 4 April 2017.

Turut hadir dalam acara ini, Wakil Rektor Bidang SDM Universitas Diponegoro Semarang Darsono dan Kepala Pengembangan Operasional Wilayah II Tjia Irawan.

"Kegiatan ini bagus untuk kembali mengingatkan pada diri kita betapa pentingnya membaca buku. Mari kita kembali ke buku. Buku adalah ladang ilmu. Semakin kita membaca buku, dapat meningkatkan derajat kita sebagai insan yang berpendidikan," ucap Wakil Rektor Bidang SDM Universitas Diponegoro Semarang Darsono.

Kepala Pengembangan Operasional Wilayah II Tjia Irawan mengatakan, acara ini terselenggara guna meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak Indonesia yang kurang beruntung dalam hal mendapatkan kesempatan membaca.

"Melalui acara #BukuUntukIndonesia on Campus ini, kami berharap dapat menginspirasi dan meningkatkan kepedulian kita terhadap anak-anak yang kekurangan buku bacaan di berbagai daerah di Indonesia," ucap Tjia Irawan.

Antusiasme peserta menghadiri acara ini cukup tinggi. Sejak pukul 10.00 WIB, Gedung Sudarto dipenuhi para peserta yang tak hanya berasal dari kampus Universitas Diponegoro, tapi juga dari masyarakat sekitar.

 
(Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Peserta yang datang berkesempatan berdonasi minimal Rp100 ribu dan akan mendapatkan kaos apresiasi dari BCA, serta mendapatkan buku dari Andy F Noya. Hasil dari donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membeli beragam buku yang akan disebarkan ke berbagai wilayah  di seluruh Indonesia.

Salah satu sekolah yang akan mendapatkan donasi dari gerakan #BukuUntukIndonesia adalah SDN Ponjong II Gunung Kidul.

"Harapan kami, sekolah kami dapat terpenuhi buku-buku untuk referensi. Dengan adanya gerakan ini kami berharap dapat meningkatkan minat baca para murid," ucap Kepala Sekolah SDN Ponjong II Gunung Kidul, Tukimin.
 
Selain donasi, acara semakin semarak dengan kehadiran narasumber seperti Andy F Noya, Merry Riana, Petra Gabriel Michael (Jebraw), dan Hafez.

Di hadapan ribuan peserta, Jebraw, Hafez, dan Merry berbagi cerita tentang kesuksesan mereka yang bermula dari kegemaran membaca buku.


(Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

"Dulu saya tidak suka membaca. Tapi ada satu buku yang akhirnya membuat saya menyukai membaca, yakni buku Mahabharata. Dengan membaca buku, kosakata saya menjadi lebih beragam, juga mengubah cara pandang. Saya dulu takut berbicara, tapi dengan buku, saya menjadi tahu akan berbagai hal," ucap Jebraw.

Hafez, yang merupakan penghasil karya pop up book asal Yogyakarta, bertutur, waktu kecil ia mengalami diseleksia yaitu keterbatasan dalam membaca. Tapi Hafez tidak putus asa dengan keterbatasannya itu. Keinginannya untuk membaca dan mengejar ketertinggalannya diwujudkan dengan menciptakan berbagai kreasi dari kertas. Karena menurutnya buku itu tidak harus berisi tulisan.

"Dahulu saya tinggal di desa. Di sana akses mainan susah. Akhirnya saya membuat mainan sendiri dari kertas, karena kertas itu cukup murah, yang akhirnya membuat saya jatuh cinta dengan kertas. Dengan terus berusaha untuk membaca buku, saya bisa melahirkan 13 buku tentang pop up," ucap Hafez.

Tips menarik datang dari Merry Riana. Wanita yang terkenal lewat buku Mimpi Sejuta Dolar ini membagikan tips sukses hidupnya.

"Tips agar mimpi kita tercapai itu ada tiga. Pertama, hilangkan ego dan tidak boleh gengsi. Kedua, hilangkan perasaan baper (bawa perasaan), dan ubah menjadi baper (bahan perenungan). Ketiga, hadapi galau dengan memutuskan untuk selalu maju. Dan tentunya dengan membaca buku, kita juga akan termotivasi meraih mimpi. Kalau menurut saya, orang bisa mencapai mimpi itu biasa, tapi orang yang bisa membantu orang lain untuk mencapai mimpi mereka itu baru luar biasa" kata Merry.

Jika Anda juga ingin berbagi dalam gerakan #BukuUntukIndonesia, langkah kebaikan Anda bisa dimulai dengan mengunjungi tautan www.BukuUntukIndonesia.com. Klik tombol "berbagi" di website Buku Untuk Indonesia. Kemudian, Anda akan diarahkan ke halaman Blibli.com untuk memilih paket berbagi yang diinginkan.

Dengan berbagi minimal Rp100 ribu, Anda sudah berpartisipasi mewujudkan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Nantinya, dana yang terkumpul melalui gerakan #BukuUntukIndonesia akan dikonversi menjadi buku dan disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia.


(ROS)