Vaksin Rubella Belum Berlabel Halal

Patricia Vicka    •    Selasa, 01 Aug 2017 15:53 WIB
imunisasi
Vaksin Rubella Belum Berlabel Halal
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin MR saat kampanye munisasi Measles-Rubella (MR) 2017 di Sleman, DIY. (Metrotvnews.com/Patricia Vicka)

Metrotvnews.com Yogyakarta: PT Bio Farma (Persero) selaku penyedia vaksin campak rubella atau measles rubella (MR) memastikan vaksin tak mengandung babi, meski belum tersertifikasi halal dari MUI. Direktur Utama PT Bio Farma, Juliman, menegaskan, pihaknya akan segera mengurus sertifikasi halal ke Majelis Ulama Indonesia.

"Kalau label halal belum. Kami akan segera sertifikasi halal," ujarnya usai pembukaan Bulan Vaksin MR Nasional 2017, di MTS 10 Sleman, Yogyakarta, Selasa, 1 Agustus 2017.

Baca: Presiden Pastikan Vaksin Campak Rubella Aman

Ia menjelaskan vaksin tersebut diimpor langsung dari India. Selain Indonesia, 141 negara di belahan dunia lain turut mengimpor vaksin tersebut untuk memerangi virus campak dan rubella. 

Dari sisi zat penyusun, ia memastikan aman. Karena vaksin sudah terdaftar di BPOM dan Food Drag Assosiation (FDA) serta tidak mengandung unsur babi. Bio Farma mengimpor sekitar 47,7 juta dosis untuk menyukseskan kampanye imunisasi MR nasional 2017.

Satu file vaksin dihargai Rp149.820 yang berisi 10 dosis. Ke depan, Bio Farma akan membuat sendiri vaksin tersebut. Targetnya, tahun 2020 sudah tidak lagi impor.

Baca: Dampak Buruk Komplikasi Campak dan Rubella

Kepala Kanwil Kemenag DIY Lutfi Hamid menegaskan vaksin MR aman dan tidak haram untuk dipakai. Ia menambahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa imunisasi bersifat mubah. Seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa.

"Untuk ihtiar kesehatan diperbolehkan(imunisasi). Kami sudah coba sosialisasi," kata Lutfhi di tempat yang sama.

Kampanye Imunisasi Measles-Rubella (MR) 2017 dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pemerintah menargetkan 95 persen anak usia 9 bulan-15 tahun mendapat imunisasi ini selama dua tahun ke depan.


(SAN)