BPBD Jepara Mewacanakan Hujan Buatan

Rhobi Shani    •    Minggu, 17 Sep 2017 12:49 WIB
kemarau dan kekeringan
BPBD Jepara Mewacanakan Hujan Buatan
BPBD Jepara memasok air bersih. MTVN/Rhobi

Metrotvnews.com, Jepara: Kemarau basah yang melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, saat ini diprediksi masih akan berlangsung hingga Oktober. Jika hingga akhir Oktober hujan belum juga turun, maka dibutuhkan rekayasa cuaca, yaitu hujan buatan.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Lulus Suprayetno menyampaikan, hujan buatan dibutuhkan guna mengatasi kekeringan. Hujan buatan akan diajukan ke pemerintah pusat, apa bila hingga akhir Oktober hujan belum juga turun.
 
“Karena yang terkena dampak kekeringan tidak hanya manusia. Hewan ternak juga. Kalau kemarau berkepanjangan hewan ternak akan kesulitan mendapatkan makanan karena tumbuh-tumbuhan kering,” kata Lulus, Minggu 17 September 2017.

Baca: Kekeringan di Jepara Meluas

Lulus bilang, hujan buatan juga dibutuhkan untuk mengantasipasi kebakaran lahan dan hutan. Selain itu, jika panas berkepanjangan akan berdampak pada daya tahan tubuh manusia.
 
Ditambahkan Lulus, dampai dari musim kemarau saat ini debit air sungai di wilayah Jepara mulai menyusut. Air sungai dibutuhkan untuk pertanian dan peternakan. Selain itu, air sungai juga dimanfaatkan untuk pendinginan wilayah permukiman.
 
“Air sungai juga dibutuhkan untuk pemenuhan kebutuhan air permukaan tanah, seperti sumur-sumur warga,” kata Lulus.
 
Status kekeringan di Bumi Kartini saat ini masih siaga. Warga di lima desa di Jepara, saat ini terpaksa harus dipasok air bersih untuk kebutuhan masak dan minum tiap hari. Pasalnya, sumur warga dan air pipa PDAM tak lagi mengalir. 


(ALB)