Cerita Panglima TNI Soal Makam Tiga Presiden Indonesia

Pythag Kurniati    •    Selasa, 19 Sep 2017 14:29 WIB
tni
Cerita Panglima TNI Soal Makam Tiga Presiden Indonesia
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat berziarah ke makam Presiden ke-2 Soeharto di Astana Giribangun Karanganyar, Jawa Tengah -- MTVN/Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Karanganyar: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berziarah ke makam Presiden ke-2 Indonesia Soeharto dan Ibu Tien Soeharto di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Pada kesempatan itu, ia menuturkan pengalamannya setelah berziarah di tiga makam pemimpin Indonesia.

"Ini adalah kelanjutan dari ziarah sebelumnya. Kemarin, kami berziarah di makam Bung Karno dan Presiden Abdurrahman Wahid. Tiga mantan presiden Indonesia ini sangat luar biasa," kata Gatot di Astana Giribangun, Selasa 19 September 2017.

Gatot menuturkan, setiap harinya ada ribuan peziarah mengunjungi makam Bung Karno, Gus Dur, dan Soeharto. "Pertanyaannya, kalau sudah meninggal, bisakah kita seperti itu?" lanjutnya.

Menurut Gatot, makam tiga presiden Indonesia itu telah menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar pemakaman. Dari tukang ojek hingga penjaja bunga bisa menikmati keuntungan.

"Dari makamnya saja, masyarakat bisa memperoleh penghasilan setiap hari. Tiga presiden tanpa terkecuali lho itu," ujarnya.

Panglima TNI ini mengimbau seluruh jajarannya agar meneladani langkah perjuangan Presiden Soeharto. Semasa hidup, Soeharto adalah seorang prajurit yang disegani dan menjadi panutan.

"Beliau adalah perwira yang kalau latihan selalu diintip, seperti apa latihannya. Beliau adalah sejarah," urai Gatot.

Sebelumnya, Gatot beserta jajaran juga berziarah di makam Soekarno di Blitar dan Abdurrahman Wahid di Jombang. Rangkaian ziarah digelar untuk menyambut HUT ke-72 TNI.


(NIN)