Perjalanan Potongan Hercules ke Yogyakarta Penuh "Cobaan"

Patricia Vicka    •    Sabtu, 30 Sep 2017 11:36 WIB
Perjalanan Potongan Hercules ke Yogyakarta Penuh
Tim pengangkut pesawat Hercules C-130 Hercules A-1301 ke Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Adisutjipto Yogyakarta. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Potongan badan pesawat Hercules C-130 A-1301 tiba di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Yogyakarta, dengan selamat pada Jumat 29 September 2017. Badan pesawat ini dikirim dari Lapangan Udara Sulaiman, Bandung, sejak 22 September 2017.

Potongan diangkut truk tronton dan dikawal dua mobil patroli Polisi Militer (PM). Ada sekitar 13 anggota TNI yang turut mengawal badan pesawat buatan Amerika Serikat ini.

Perjalanan panjang badan pesawat selama sepekan ini tidaklah mudah. Dengan tinggi 5 meter dan panjang sekitar 13 meter, tim pengangkut pesawat penuh warna. Mulai dari cobaan dan kendala, hingga kejadian yang mengundang tawa.

Badan pesawat sempat menyangkut di Jembatan Rawalo, Banyumas pada Rabu lalu. Tiang penutup jembatan kurang tinggi sehingga ujung pesawat tak mampu melewati jembatan tersebut.

"Akhirnya kami terpaksa lewat jalan alternatif lainnya. Jadinya kami harus muter sejauh 20 km," ungkap Kepala Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Adisutjipto Yogyakarta, Letkol SUS Dede Nasudin, Jumat 29 September 2017.


Letkol SUS Dede Nasudin menunjuk bagian Hercules C-130 Hercules A-1301 di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Adisutjipto Yogyakarta. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Potongan pesawat juga hampir tersangkut jembatan Bagelen di perbatasan Kulonprogo dan Purwerejo. Namun, beruntung potongan pesawat bisa melewati jembatan tersebu.

Konvoi juga sempat terganggu dengan keberadaan kabel-kabel telepon dan listrik. Salah satu anggota sempat pingsan karena terkena kabel telepon yang putus di perjalanan.

"Anggota kami itu tersabet kabel di bagian dada. Dia lalu pingsan karena kaget dengan pukulan mendadak. Tapi kondisinya baik-baik saja. Hanya sedikit syok saja," tuturnya sambil tertawa.

Selama perjalanan, truk mengangkut pesawat dengan kecepatan super pelan hanya sekitar 5km-10 km per jam. Pesawat pun sempat basah diguyur hujan.  Tiba di Daerah Istimewa Yogyakarta, perjuangan belum selesai.

Mereka "disambut" dengan kejutan pecah ban. Ban truk pengangkut pesawat mendadak pecah secara bergantian di daerah Wates, Kulonprogo. Bahkan sampai tiga kali dengan selang waktu 15-30 menit sekali.


Kedatangan pesawat Hercules C-130 Hercules A-1301 di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla) Adisutjipto Yogyakarta. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Untungnya, tim telah membawa 10 ban cadangan. Perjalanan truk tak lama terganggu.

Walau menemui kendala, Dede terenyuh dengan sambutan dan respon masyarakat yang luar biasa. Ia mengaku sepanjang perjalanan, warga selalu berkumpul di pinggir jalan dan menyambut pesawat ini.

Mereka tak henti menghentikan bagian terbesar pesawat ini. Bahkan tengah malam pun, sekitar jam 23.00 atau jam 00.00, ibu-ibu dan anak-anak rela menunggu di pinggir jalan untuk bisa memfoto pesawat.

"Saya terharu dengan sambutan luar biasa masayarakat," pungkasnya.

Pesawat inipun akhirnya resmi menjadi "penghuni" ke 50 Muspusdirla. Kedatangannya ke Yogyakarta menambah daya tarik Muspusdirla sebagai salah satu lokasi hiburan-edukasi warga di kota pelajar.  


 
(SUR)