12.000 Nelayan Tegal Menganggur Setelah Terbelit Izin Penangkapan

Kuntoro Tayubi    •    Rabu, 12 Jul 2017 15:44 WIB
cantrang
12.000 Nelayan Tegal Menganggur Setelah Terbelit Izin Penangkapan
Kapal nelayan tidak bisa melaut bersandar di pelabuhan Tegal, Jawa Tengah -- MTVN/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Tegal: Ribuan nelayan di Tegal, Jawa Tengah, tidak bisa melaut karena kesulitan mengurus Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI). Perpanjangan SIPI nelayan yang habis masa berlakunya pada Juli 2017 itu terganjal Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

"Banyak nelayan terpaksa menganggur hingga saat ini," kata Eko Susanto, salah satu nelayan di Tegal, Rabu 12 Juli 2017.

Eko dan nelayan lainnya mendesak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti segera mengeluarkan surat edaran baru terkait penggunaan cantrang yang diperpanjang hingga akhir 2017. Sehingga, dokumen izin penangkapan ikan bisa segera diperpanjang.

"Apalagi, pengurusan surat izin butuh waktu cukup lama, sekitar 1 bulan," ungkap Eko.

(Baca: Demo Nelayan, Jangan Habisi Energi soal Cantrang)

Berdasarkan data dari Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), hingga saat ini ada 12.000 nelayan terpaksa menganggur akibat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Karenanya, banyak nelayan menuntut agar Permen KKP tentang larangan penggunaan cantrang dicabut.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan alat penangkap ikan yang dianggap lebih ramah lingkungan sebagai pengganti cantrang. Namun, dua tahun sejak kebijakan itu berjalan, KKP belum optimal membagikan alat penangkap ikan pengganti cantrang.

Presiden Joko Widodo kemudian memutuskan, penggunaan cantrang masih diizinkan hingga akhir 2017, terutama untuk wilayah Jawa Tengah. Sementara itu, KKP berjanji segera membagikan alat pengganti cantrang kepada para nelayan dan asistensi perbankan untuk nelayan skala besar.

(Baca: Susi dan Nelayan Disarankan Dialog soal Cantrang)


(NIN)