Menjaga Sungai Troso Tetap Lestari

Rhobi Shani    •    Kamis, 06 Dec 2018 16:18 WIB
lingkungan hidup
Menjaga Sungai Troso Tetap Lestari
Adi Kamal melepas ikan di Sungai Troso

Jepara: Seorang pemuda warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan,  Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, punya cara sendiri dalam menjaga kelestarian Sungai Troso di wilayahnya. Caranya yaitu laku sedekah kali. 

Pemuda bernama Adi Kamal ini menjalankan laku sedekah kali. Laku itu yaitu melepasliarkan ikan ke Sungai Troso. Laku melepasliarkan ikan ini sudah dilakoninya selama enam bulan terakhir. Setiap hari Jumat, Kamal melepas belasan ekor ikan nila. Ikan yang dilepasliarkan dibeli dari toko ikan hias tidak jauh dari rumahnya. 

“Saya beli pakai uang sendiri. Jumlah ikan yang dilepas tidak banyak, sebulan rata-rata 80 ekor,” kata pemuda 30 tahun ini, Kamis, 6 Desember 2018.
Sambil memeriksa benang yang akan ditenun, Kamal melanjutkan, kegiatannya melepasliarkan ikan tiap pekan, sejak sebulan terakhir mulai mendapat dukungan dari sejumlah komunitas pemuda. Namun, dukungan itu masih berupa bantuan untuk membeli benih ikan yang akan dilepasliarkan. Orangtuanya, pun juga memberikan restu aksi sosialnya itu.

“Kalau teman-teman belum banyak yang mau ikut terjun langsung ke sungai melepas ikan, tapi berkontribusi membatu beli bibit ikan sudah mulai banyak. Setiap pekan jumlahnya bertambah,” ungkap Kamal sembari mengajak Medcom.id menyusuri Sungai Troso yang berwarna keruh itu.


Ikan nila sebelum dilepasliarkan ke sungai

Tiba di bibir Sungai Troso, Kamal mengungkapkan, selama laku sedekah kali yang dia lakoni, cibiran dari warga pun kerap dia terima. Jatuh dan terpeleset saat menyusuri sungai pun kerap dia alami. Pun tak sedikit masyarakat yang cuwek saat melihat Kamal melepasliarkan ikan di sungai.

“Ya, saya ajak tapi reaksinya diam saja. Saat awal-awal orangtua sempat berpesan kalau kegiatan ini terus saya lakukan maka orang-orang akan menganggap saya gila,” ucap Kamal sambil menyiapkan ikan yang akan dilepasliarkan.

Kali ini, Kamal memilih melepasliarkan ikan dari bibir Sungai Troso di bawah rimbunnya pohon bambu. Kamal mulai mengabil satu persatu ikan di dalam plastik. Sebelum dilepas, mulut Kamal nampak komat-kamit menyampaikan harapan-harapan dan doa.

“Prinsip saya ikan pasti bisa hidup di sungai kotor sekalipun,” kata Kamal menatap ikan-ikan nila berenang bebas setelah dilepas.


Adi Kamal berjalan menyusuri Sungai Troso sebelum melepas ikan

Laku Kamal ini bukan tanpa alasan. Selain prihatin melihat kondisi Sungai Troso yang kotor, juga tercemar limbah industri tenun troso. Pasalnya, hampir semua pelaku industri tenun troso menggunakan pewarna sintetis untuk pewarnaan kain tenun. Termasuk usaha yang kini ditekuni orangtuanya.

“Meskipun di rumah sudah ada lubang pembungan limbah, tapi pasti juga berdampak pada lingkungan karena memang menggunakan pewarna sintetis. Karena saya sudah berkontribusi pencemaran, maka saya harus bersedkeah kepada sungai yang tercemar,” ujar Kamal yang kini mulai belajar menekuni bahan-bahan pewarna alami untuk tenun.


(ALB)