RRT-Indonesia Teken Nota Kesepahaman Enam Bidang

Pythag Kurniati    •    Selasa, 28 Nov 2017 20:45 WIB
indonesia-tiongkok
RRT-Indonesia Teken Nota Kesepahaman Enam Bidang
Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yandong dan Menko PMK Puan Maharani di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa, 28 November 2017. Foto: Metrotvnews.com / Pythag Kurniati

Solo: Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Indonesia menandatangani enam dokumen nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan dalam acara High Level Meeting-People to People Exchane Mechanism (HLM-PEM) di Kota Solo, Jawa Tengah.

Enam perjanjian kerja sama tersebut meliputi pengaturan implementasi terkait pembangunan pelabuhan, pengaturan implementasi kawasan sains dan teknologi dan memorandum saling kerja sama bidang perfilman.

Kemudian nota kesepahaman juga meliputi bidang kerja sama kepemudaan, memorandum saling pengertian bidang kerja sama kesehatan serta rencana aksi kerja sama bidang sains, teknologi dan inovasi antara Kemenristekdikti dengan Kementerian Sains dan Teknologi RRT periode 2018-2020.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Sartono mengemukakan, enam nota kesepahaman (memorandum of understanding) ini merupakan prestasi yang baik untuk memperkuat hubungan dua belah pihak.

"Tahun 2015 (tahun pertama) HLM-PEM diselenggarakan kita hasilkan tujuh MoU, tahun kedua delapan MoU, tahun ini enam. Namun kita akan tandatangani lagi empat atau lima perjanjian kerja sama tahun depan," papar Agus kepada wartawan di Hotel Alila Kota Solo, Selasa, 28 November 2017.

(Baca: Indonesia-Tiongkok Teken MoU Payung Hukum Investasi Kedua Negara)

Empat perjanjian kerja sama yang ditandatangani tahun depan meliputi bidang pendidikan dan kebudayaan, bidang pemanfaatan tenaga nuklir untuk kepentingan perdamaian, bidang olahraga serta pengembangan Sangiran dan pusat peninggalan di RRT yang setara dengan Sangiran. Pemerintah Indonesia juga mendorong agar investor dari Tiongkok melakukan pelatihan.

"Sehingga terjadi transfer knowledge. Jadi yang bekerja di perusahaan-perusahaan adalah orang-orang Indonesia," papar dia.


High Level Meeting-People to People Exchane Mechanism (HLM-PEM) di Kota Solo, Jawa Tengah. Foto: Metrotvnews.com / Pythag Kurniati

Seperti diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Tinggi ke-3 di Bidang Hubungan Antarmasyarakat Indonesia dan Tiongkok. Pertemuan yang diselenggarakan di kota bengawan tersebut dilakukan sebagai upaya pengembangan kerjasama bilateral antara RI dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

(Simak: Kalla Bertemu Wakil PM Tiongkok Liu Yandong)

Sebelumnya, Indonesia dan RRT juga menggelar Pertemuan Tingkat Tinggi pertama di di Jakarta pada 27 Mei 2015. Pertemuan pertama bertempat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Selanjutnya, Pertemuan Tingkat Tinggi di Bidang Hubungan Antarmasyarakat Indonesia dan Tiongkok yang ke-2 dilaksanakan di Guiyang, RRT pada 1 Agustus 2016.

Sedangkan pertemuan ketiga dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah. Hadir dalam acara tersebut Menko PMK Puan Maharani, Menristekdikti Mohamad Nasir, Kepala Bekraf Triawan Munaf dan lain sebagainya.

Sedangkan RRT diwakili Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yandong, Wakil Menteri Pendidikan Tiongkok Tian XueJun dan Wakil Menteri Sains dan Teknologi RRT Wang Zhigang serta lain sebagainya.

 


(SUR)