Tekan Kemiskinan dengan Program Desa Mandiri Lestari

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 26 Oct 2017 13:11 WIB
kemiskinan
Tekan Kemiskinan dengan Program Desa Mandiri Lestari
Pelatihan ketrampilan warga Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Kamis, 26 Oktober 2017. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.om, Brebes: Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dikategorikan sebagai salah satu desa miskin di Jawa Tengah. Untuk itu, Desa Pesantunan pun dijadikan percontohan Desa Mandiri Lestari (DML).
 
“Ini adalah salah satu program yang diberikan kepada desa untuk mencoba meningkatkan kesejahteraannya,” tutur Tim Divisi Ekonomi Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Indrawan, Kamis, 26 Oktober 2017, di Balaidesa Pesantunan.
 
Indrawan mengaku telah menggandeng beberapa instansi terkait, untuk menggagas, memperkenalkan, sekaligus mengajak masyarakat untuk melaksanakan program pemberdayaan keluarga miskin.
 
“Program ini harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh, agar seluruh fungsi keluarga bisa hidup layak sepenuhnya. Bidang garapannya antara lain kesehatan, pendidikan, sosial, budaya dan ekonomi,” ungkapnya.
 
Sebagai Desa Mandiri Lestari, nantinya warga Desa Pesantunan diharapkan mampu bergotong royong dan modern, dengan memanfaatkan sumber daya potensi lokal. Desa juga harus bisa menjaga kelestariannya, guna menghapus kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan serta kemandirian dengan bersendikan nilai-nilai Pancasila.
 
DML akan dilakukan melalui tiga prinsip, yakni gotong royong, modern, dan mandiri. Program untuk mengurangi jumlah warga miskin dan upaya mencapai sustainable development goals (SDG’s) ini, juga dilakukan Yayasan Damandiri dengan menggandeng Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, sebagai salah satu universitas terkemuka dan terbesar di pantura barat.
 
“Program pemberdayaan keluarga miskin harus dilakukan secara terpadu dan menyeluruh. Tujuannya agar seluruh fungsi keluarga untuk hidup layak seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi dapat terpenuhi,” ujar pendamping program LPPM UPS Tegal, Mobinta Kusuma.

Tujuan DML adalah terwujudnya kesejahteraan dan kemandirian rakyat perdesaan secara lestari. Juga mempunyai sasaran untuk membangun dan memantapkan usaha keluarga yang produktif, inovatif dalam kelompok yang solid dan modern, serta menjadi anggota koperasi yang sehat dan maju.
 
Di Desa Pesantunan sudah terbentuk KUD Berkah Mandiri. KUD ini sebagai ujung tombak bersama dengan kepala desa untuk mewujudkan Desa Pesantunan sebagai Desa Lestari.
 
Dari berbagai macam program sosial budaya, ekonomi, dan koperasi, di antaranya di bidang pendidikan, adalah adanya dukungan dana pembiayaan dari Yayasan Damandiri dengan merenovasi tiga lembaga pendidikan anak usia dini atau PAUD.
 
“Nantinya juga akan dibuat satu PAUD baru, dengan merekrut guru-guru PAUD baru dari Desa Pesantunan. 30 guru PAUD lama dan baru, nantinya akan diberikan pelatihan serta mendapatkan dana motivasi per bulan dari Yayasan Damandiri yang dikucurkan lewat KUD Berkah Mandiri,” jelasnya.
 
Jumlah warga miskin di Kabupaten Brebes, termasuk yang paling tinggi di Jawa Tengah. Bahkan karena wilayahnya yang luas, kabupaten paling barat di Jawa Tengah itu nangkring di lima besar jumlah penduduk miskinnya se-Jawa Tengah, yang mencapai 19,74 persen dari kurang lebih 1,78 juta total warganya, atau sekitar 350.000 orang.
 
Banyaknya keluarga miskin di Kabupaten Brebes, juga disebabkan banyaknya warga yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri. Data di Balai Pelayanan Pemantau dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) 2016 menyebutkan Kabupaten Brebes berada di urutan ketiga penyumbang tenaga kerja indonesia (TKI) di provinsi yang beribu kota di Semarang itu.
 
Dari total 49.581 TKI asal Jawa Tengah, tercatat ada 17.822 orang dari Kabupaten Brebes yang bekerja di luar negeri. Jumlah itu hanya lebih sedikit ketimbang Kabupaten Kendal yakni 25.219 orang dan Cilacap, yang mencapai 36.358 orang sebagai peringkat teratas.
 
Itulah mengapa keluarga dan mantan TKW di kota yang terkenal dengan produksi bawang merahnya itu, mendapatkan pelatihan membuat jajan dan makanan. Mereka dilatih keterampilan membuat aneka jenis kue, supaya mempunyai bekal keahlian melangsungkan usahanya. Sehingga tidak perlu lagi mengais rejeki jauh-jauh ke negeri orang.
 
Terpisah, Bupati Brebes Idza Priyanti menegaskan upaya penanggulangan kemiskinan di wilayahnya sudah berjalan. Bahkan, setiap tahun angkanya selalu mengalami penurunan.
 
"Sejak 2013 sampai 2014 angka, kemiskinan menurun 22 persen. Di tahun 2015, juga turun lagi. Angka resminya ada di BPS," ungkap Idza.
 
Penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Brebes, papar Idza, setiap tahunnya selalu mendapatkan porsi yang besar dari alokasi APBD. Misalnya di 2016, APBD Brebes menganggarkan Rp2,6 triliun untuk program-program pengentasan kemiskinan.

(ALB)