Baru dibentuk, Satgas Dana Desa Terima 10 Ribu Aduan

Patricia Vicka    •    Jumat, 27 Oct 2017 18:38 WIB
dana desa
Baru dibentuk, Satgas Dana Desa Terima 10 Ribu Aduan
Mendes Eko (kanan) dan Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) diacara Sarasehan Pemuda Dana Desa, Jumat 27 Oktober 2017. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pembentukan Satgas Dana Desa diklaim efektif meningkatkan kepercayaan publik untuk mengadukan dugaan penyelewengan. Baru saja dibentuk, Satgas yang diketuai oleh mantan ketua KPK Bibit Samad sudah menerima 10 ribu aduan dugaan penyelewengan dana desa.

Pengaduan dugaan penyelewengan melonjak drastis dibandingkan tahun 2016. Tahun lalu, jumlah sekitar 900 buah. 

“Artinya kepercayaan dan keberanian masyarakat untuk mengadukan ke kami sudah tinggi. Partisipasi masyarakat inilah yang sedang kami butuhkan,” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, dalam Sarasehan Peran Pemuda untuk Desa di Youth Center Sleman Yogyakarta, Jumat 27 Oktober 2017.

Tak hanya dugaan penyelewengan, satgas juga menerima pertanyaan dan konsultasi soal penggunaan dana desa. Adapula yang melaporkan dugaan kriminalisasi pemerintah desa. Puluhan ribu aduan itu segera ditindaklanjuti jajarannya.

Laporan yang disertakan bukti kuat segera dilimpahkan ke ranah hukum. Setidaknya sudah ada 200 kasus dari hasil laporan itu yang sedang ditangani aparat hukum.

“Kalau untuk kepala desa yang salah secara administrasi, kami jamin tidak akan dikriminalisasi,” tegas Eko.

Sementara dalam acara yang sama, Ketua KPK Agus Rahardjo mengajak pemuda melaporkan dugaan penyelewengan dan korupsi di Desanya melalui sebuah aplikasi bernama “JAGA”. Aplikasi ini diunduh gratis di untuk gawai bersistem android.

Di dalamnya ada beberapa menu seperti Jaga Pendidikan, Jaga Desa, jaga Kesehatan dan Jaga perizinan. Pemuda bisa memasukkan dugaan penyelewengan langsung ke aplikasi ini.

Aplikasi ini diluncurkan untuk melibatkan masyarakat secara langsung serta mempercepat laporan dugaan penyelewengan. Ia menjelaskan selama ini lemahnya pengawasan pada penyelewengan terjadi karena keterbatasan Anggaran dan luasnya cangkupan wilayah yang harus diawasi petugas pengawas.

“Harapannya adanya aplikasi ini, penyimpangan bisa dihilangkan dan dikontrol dari atas ke bawah,” tutupnya.

Sarasehan Peran Pemuda untuk Desa dihadiri oleh sekitar  ratusan pemuda perwakilan dari ratusan desa di Daerah Istimewa Yogyakarta.


(SUR)