1,9 Juta Penduduk Jawa Tengah Belum Terdata KTP-el

Mustholih    •    Selasa, 24 Oct 2017 16:06 WIB
pelayanan e-ktpe-ktpktp
1,9 Juta Penduduk Jawa Tengah Belum Terdata KTP-el
Ilustrasi.

Metrotvnews.com, Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengklaim hampir 100 persen warga Jateng sudah memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Dari 
26.602.700 jiwa yang wajib memiliki KTP-el, Pemprov Jateng sudah mendata 25.890.829 penduduk.

"Kekurangannya sekitar 1,9 juta penduduk. Saat ini sudah 97,2 persen yang sudah terdata," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah, Sudaryanto, kepada Metrotvnews.com, Semarang, Selasa, 24 Oktober 2017.

Menurut Sudaryanto, Jawa Tengah memiliki 35.712.824 penduduk. Namun, per September 2017, penduduk Jateng yang wajib memiliki KTP-el berjumlah 26.602.700 jiwa.

Sudaryanto menambahkan sisa penduduk yang berjumlah 1,9 juta jiwa yang belum terdata dalam KTP-el merupakan para perantau. Mereka bahkan kebanyakan bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia. "Mereka bekerja di luar pulau, di Jakarta atau bekerja sebagai TKI," tegas Sudaryanto.

Sudahryanto menargetkan pendataan KTP-el warga Jawa Tengah pada 23 November 2017 rampung 100 persen. "Kalau sudah rampung didata, akan digunakan untuk Pilkada dan Pemilu," ujar Sudaryanto.

Menurut Sudaryanto, kendala-kendala soal KTP-el sudah jauh berkurang sejak September lalu. Sebelumnya, Jawa Tengah juga sempat mengalami kelangkaan blangko KTP-el seperti provinsi-provinsi lain. 

"Sekarang masalah sudah berkurang jauh. Kalau dulu (kendalanya) langka. Di setiap kantor pelayanan blangko habis. Sekarang hampir tidak ada kendala," jelas Sudaryanto.

Sudaryanto menambahkan hampir semua Kabupaten atau Kota di Jateng tidak mengalami kendala terkait pendataan KTP-el. Namun, Kendal dan Brebes disebut sebagai dua Kabupaten yang relatif memiliki kinerja buruk saat melakukan pendataan. 

"Brebes wilayahnya luas, ada di perbatasan, masyarakatnya ada yang pakai Bahasa Jawa dan Sunda. Satu lagi, Kendal. Nanti kita akan tegur," tegas Sudaryanto.


(ALB)