Penjagaan Lapas Pekalongan Diperketat Setelah 7 Napi Kabur

Kuntoro Tayubi    •    Minggu, 31 Dec 2017 10:12 WIB
tahanan kabur
Penjagaan Lapas Pekalongan Diperketat Setelah 7 Napi Kabur
Empat Napi diserahkan kembali dari Kepolisian ke Lapas Kelas IIA Pekalongan, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id /Kuntoro Tayubi

Pekalongan: Pengamanan Lapas Kelas IIA Pekalongan, Jawa Tengah, diperketat pasca tujuh napi kabur pada Jumat, 29 Desember 2017, siang.

"Ya pasti tingkat keamanan dan penjagaan kami perketat. Mulai dari hari kemarin (Jumat-red)," Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan M Hilal, Sabtu, 30 Desember 2017.

Warga binaan tidak lagi mendapat jadwal bebas seperti sebelumnya. Pihak lapas mengurangi waktu untuk menghirup udara di halaman. Untuk sementara ini, narapidana juga dimasukkan ke kamar masing-masing.

Saat ini pihaknya tengah melakukan konsolidasi internal terkait kaburnya tujuh napi. Termasuk evaluasi menyeluruh ke jajaran petugas lapas. Terutama untuk mengkaji potensi unsur kelalaian petugas sehingga ada tujuh napi yang berhasil kabur dari dalam lapas.

"Untuk petugas Lapas yang saat itu sedang bertugas, akan kami periksa semua. Bukan masalah lengah atau kurangnya personel, mereka bisa melarikan diri. Namun, karena ada kesempatan," tambahnya.

Hingga Sabtu sore, petugas Lapas yang dibantu oleh petugas Polres Pekalongan Kota, masih terus melakukan penyisiran disekitar lokasi kaburnya napi. Dari tujuh narapidana yang kabur, lima berhasil ditangkap.

Dua napi yang masih dalam pengejaran petugas adalah Firman Ramang Putra Bin Mudatsir, warga jalan Jakarta Utara yang divonis karena tindak pidana narkotika dengan sisa pidana 15 tahun 2 bulan 1 hari; dan Dwi Cahyono bin Supomo warga Purworejo karena pelanggaran UU Perlindungan anak dengan sisa pidana 1 tahun 5 bulan 4 hari.


(SUR)