Survei: 52% Pelajar di Jateng Ingin Jokowi Kembali Jadi Presiden

Mustholih    •    Senin, 01 Jan 2018 19:43 WIB
Survei: 52% Pelajar di Jateng Ingin Jokowi Kembali Jadi Presiden
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Widodo dalam sebuah kesempatan. Foto: Antara/WIdodo S. Jusuf

Semarang: Lembaga survei lokal di Jawa Tengah, Yayasan Tasamuh Indonesia Mengabdi (Time), menemukan fakta mayoritas pelajar di Jawa Tengah menginginkan Presiden Joko Widodo kembali maju lagi di Pemilihan Umum 2019. Mereka menilai Presiden Jokowi berhasil melakukan pembangunan selama periode pertama memimpin Bangsa Indonesia.

"Ada separuh lebih pelajar menghendaki Jokowi maju lagi, menandakan keberhasilan Presiden Jokowi dalam membangun bangsa Indonesia," kata Penanggung Jawab survei Yayasan Time, M Saekan Muchith, dalam keterangan pers kepada wartawan, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 1 Januari 2017.

Jokowi mengantongi 52 persen dukungan dari pelajar di Jawa Tengah untuk maju sebagai calon Presiden 2019. Sisa 48 persen pelajar merasa Jokowi cukup memimpin Indonesia satu periode.

Survei atas kinerja Presiden Jokowi ini dilaksanakan mulai 19 sampai 27 Desember 2017 dengan mengirimkan pertanyaan secara acak ke nomor kontak pelajar di Jateng. Mereka tersebar di 16 Kabupaten Jawa Tengah, yakni Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Gorobogan, Demak, Kota Semarang, Batang, Pekalongan, Tegal, Kota Salatiga, Kebumen, Boyolali, Klaten, dan Magelang.

Kriteria pelajar dalam survei ini adalah pelajar yang mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan duduk di kelas XI, dan XII. Dalam konteks Pemilu, mereka termasuk kategori pemilih pemula karena saat ini berusia antara 16-17 tahun.

Sebanyak 483 pelajar memberikan respon atas pertanyaan, "Mana yang yang anda pilih (A) Jokowi cukup satu periode menjadi Presiden. (B) Jokowi lebih baik Menjadi Calon Presiden lagi di Pemilu 2019."

Namun angka ini harus dijadikan “cambuk” untuk meningkatkan kinerja. Jokowi harus berhasil menarik hati dan dukungan rakyat bila ingin maju di Pilpres 2019.
(SUR)