Puro Pakualaman Siapkan Kompensasi Penggarap Lahan Rp25 Miliar

Patricia Vicka    •    Senin, 17 Oct 2016 14:11 WIB
bandara
Puro Pakualaman Siapkan Kompensasi Penggarap Lahan Rp25 Miliar
Maket Bandara Kulon Progo. Foto: Istimewa

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Puro Pakualaman Yogyakarta telah menyiapkan uang kompensasi untuk para penggarap lahan sebesar Rp25 miliar. Uang ini akan diberikan kepada sekitar 800-an penggarap lahan tanah Pakualaman yang terkena dampak pembangunan Bandara di Temon, Kulon Progo, DIY. 

Penghageng Kawedanan Keprajan Puro Pakualaman KPH Suryo Adinegoro mengatakan uang tersebut merupakan bentuk tali asih atas usaha para penggarap yang telah mengolah tanah Pakualam menjadi subur. 

Ia menilai jumlah tersebut sangat cukup untuk menyejahterahkan kehidupan para penggarap pasca-pembangunan bandara. Sebab para penggarap juga mendapatkan uang kompensasi dari Angkasa Pura sebesar Rp62 miliar. 

"Kami hanya siapkan Rp25 miliar di atas Rp62 miliar yang sudah mereka terima dari Angkasa Pura. Cukup lah jumlahnya," ujar pria yang disapa Bayudono, di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (17/10/2016). 

Tidak semua penggarap lahan akan menerima uang kompensasi Pakualaman. Penggarap yang miskin dan mendapat ganti rugi sedikit, diprioritaskan mendapat uang kompensasi ini. 

Hingga kini Pakualaman masih memikirkan skema pembagian serta pihak yang akan mendapatkan uang kompensasi tersebut. Sebab, pihak Puro Pakualaman menginginkan uang tersebut diberikan secara adil kepada penggarap yang benar-benar membutuhkan. 

"Kami sedang melihat mana yang dapat ganti rugi banyak, mana yang hanya sedikit. Pemkab juga kami libatkan untuk menentukan siapa yang akan mendapatkan uang ini," tegasnya. 

Ketua Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir (FKPLP) Kulon Progo Sumantoyo, menolak jumlah uang kompensasi tersebut. Ia merasa jumlah tersebut terlalu kecil bagi sekitar 800-an penggarap lahan. 

"Uang segitu kalau dibagi seluruh luas bidang lahan hanya dapat Rp15 ribu per meter. Sementara tuntutan kami sepertiga dari Rp700 miliar yang PA dapat dari Angkasa Pura," jelasnya. 

Pihaknya akan terus berjuang untuk mendapatkan hak para penggarap sesuai tuntutan. Sebab menurutnya, selama ini para penggarap punya andil besar dalam meningkatkan produktifitas lahan Pakualam di Temon Kulon Progo. 



(MEL)