Pencarian Nelayan Hilang di Karimunjawa Dihentikan

Rhobi Shani    •    Rabu, 30 Nov 2016 10:53 WIB
kecelakaan kapal
Pencarian Nelayan Hilang di Karimunjawa Dihentikan
Foto ilustrasi. (Ant/Sahrul Mada Tikupadang)

Metrotvnews.com, Jepara: Pencarian terhadap dua nelayan di perairan Karimunjawa Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dihentikan. Selain terbentur masalah biaya, pencarian dihentikan karena area yang disisir sudah cukup luas.
 
Suwakir, 35, warga Karimunjawa kerabat Repin, nelayan asal Kabupaten Kendal yang hilang menyampaikan, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergin Repin. Usaha pencarian selama lima hari sudah maksimal. Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.

Baca: Kapal Nelayan tanpa Awak Ditemukan di Karimunjawa
 
“Keluarga sudah ikhlas, dan saya sampaikan banyak terima kasih kepada semua warga yang sudah mau iuran untuk membiayai proses pencarian saudara saya,” ujar Suwakir ditemui di rumahnya di Karimunjawa, Rabu (30/11/2016).
 
Srianto, 37, warga Karimunjawa yang turut membantu proses pencarian menyampaikan, wilayah perairan laut karimunjawa yang disisir sudah sejauh 30 mil dari titik terakhir kapal ditemukan.

Baca: Area Pencarian Dua Nelayan Hilang Diperluas

Namun, proses pencarian belum membuhkan hasil. Yang ditemukan dari tengah laut hanya bahan makanan seperti mie instan dan perlengkapan tidur seperti bantal.
 
“Pertama yang disisir radius 20 mil dari lokasi kapal terakhir, terus dilanjutkan ke radius 30 mil. Tapi belum ada tanda-tanda,” kata Srianto.
 
Hasil penelusuran jejak GPS yang terdapat di kapal, Srianto menguraikan, kali pertama kapal berangkat dari Karimunjawa pada Jumat (25/11/2016) menuju ke arah selatan.

Kapal kemudian berhenti di jarak 11 mil dari Karimunjawa. Selanjutnya, kapal yang diawaki Tri Suryo Cahyanto dan Repin menuju arah tenggara sejauh 24 mil.

Baca: Air Mata Istri Nelayan yang Hilang di Perairan Karimunjawa
 
“Kemudian kembali lagi ke arah Karimun sejauh 8 mil dari arah tenggara. Di situ lokasi kapal ditemukan nelayan lainnya, lalu diseret menuju Karimunjawa,” papar Srianto.
 
Saat kapal ditemukan tanpa awak, ditambahkan Srianto, GPS masih hidup. Di atas kapal ditemukan pakaian yang diduga milik Tri Suryo.


(SAN)