Krisis Air Bersih, BPBD Pekalongan Kirim Tandon Air ke Desa

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 07 Sep 2017 11:11 WIB
kemarau dan kekeringan
Krisis Air Bersih, BPBD Pekalongan Kirim Tandon Air ke Desa
Petugas BPBD mendistribusikan tandon air di wilayah yang mengalami kekeringan di Pekalongan, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com /Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Pekalongan: Sebanyak 28 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih, akibat musim kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Untuk mengantisipasinya, BPBD Kabupaten Pekalongan, mendistribusikan sejumlah tandon air ke desa-desa.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengatakan, saat ini Kabupaten Pekalongan dinyatakan siaga darurat bencana kekeringan, yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober mendatang.

“Berdasarkan pantauan, ada 28 desa yang saat ini mengalami krisis air bersih. Tapi sampai saat ini belum ada permintaan bantuan droping air bersih,” katanya, Kamis, 7 September 2017.

Menurut Bambang, salah satu langkah antisipasi mengatasi dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Pekalongan sudah menyiapkan sejumlah tandon air yang akan digunakan untuk menampung air bersih di lokasi yang mengalami krisis air bersih.

“Tandon ini digunakan untuk menampung air saat ada droping air bersih. Saat ini sudah ada tiga desa yang mengajukan pinjam tandon. Kalau droping airnya, sesuai dengan permintaan dari desa,” tambahnya.

Bambang bilang, mengacu pada kekeringan tahun sebelumnya, dari 27 desa ada sebanyak 5.325 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 21.795 jiwa yang mengalami krisis air bersih, dengan jumlah kebutuhan air sebanyak 577 tangki.

“Untuk memenuhi kebutuhan air, kami mengacu dengan data tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, belum adanya permintaan bantuan air bersih dikarenakan untuk musim kekringan tahun ini tidak separah tahun 2015 lalu. Sumur-sumur warga masih bisa memenuhi kebutuhan walaupun debit airnya jauh berkurang.



(ALB)