Akademisi: Mendukung Angket KPK Matikan Intelektualitas

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 12 Jul 2017 20:44 WIB
angket kpk
Akademisi: Mendukung Angket KPK Matikan Intelektualitas
Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Riawan Tjandra. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Dunia akademisi perguruan tinggi terpecah dalam menyikapi keberadaan hak angket DPR terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagian akademisi mendukung, tak sedikit yang menolak. 

Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Riawan Tjandra, mengatakan, hak angket KPK kental kaitannya dengan kasus dugaan megakorupsi KTP elektronik. Sebab itu, anggota pansus angket KPK salah dalam memahami filosofi, objek, dan pemaknaan terhadap pemberantasan korupsi. 

"Saya menyampaikan rasa duka cita (bagi pendukung angket KPK) atas matinya intelektualitas dan kejujuran akademik," ujar Riawan di ruang diskusi Gedung Santo Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Rabu petang, 12 Juli 2017. 

Baca: Ratusan Dosen Desak Presiden Bentuk Tim Usut Modus Angket KPK

Menurut Riawan, sudah sewajarnya publik, termasuk akademisi mendukung penolakan hak angket KPK. Ia menilai akademisi semestinya memberi contoh publik dalam penolakan itu. 

"Karena sejak awal adanya hak angket KPK dan keberadaan pansus sudah salah. Saya pastikan akademisi Atma Jaya Yogyakarta tidak ada yang terlibat (mendukung) pansus hak angket KPK," katanya. 

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Lukas S Ispandriarno menambahkan, akademisi di kampusnya tidak semata ikut-ikutan mendukung pansus angket KPK. Menurutnya, dukungan para dosen di kampusnya semata mendukung KPK memberantas korupsi. 

"Pansus (hak angket KPK) telah mengabaikan kecerdasan publik," ujar Lukas.


(SAN)