Menaker Serahkan Ribuan Sertifikat Kompetensi Kerja di BLK Semarang

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 14 Nov 2018 08:55 WIB
berita kemenaker
Menaker Serahkan Ribuan Sertifikat Kompetensi Kerja di BLK Semarang
Menaker M Hanif Dhakiri (Foto:Dok.Kemenaker)

Semarang: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri memberikan sertifikat kompetensi kepada 2.513 lulusan Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja (BBPLK) Semarang, Jawa Tengah.

Sebanyak 200 sertifikat pelatihan soft skill juga diberikan kepada pemuda difabel dan rentan yang merupakan hasil kerja sama BBPLK Semarang, BLK Surakarta, dan Sinergi Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID).

"Sertifikat kompetensi di bidang pelatihan vokasi  ini merupakan wujud pengakuan bahwa lulusan BLK sudah berkompeten di bidang yang mereka pelajari. Ini akan menjadi bekal memasuki dunia kerja," kata Hanif saat memberikan arahan pada acara Sinergi Youth Career Fest di BBPLK Semarang, Selasa, 13 November 2018.

Penyerahan sertifikat kompetensi dan sertifikat soft skill ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong dunia industri dapat mengoptimalkan penyerapan lulusan pelatihan vokasi yang telah terbukti kompeten dan siap bekerja.

"Pelatihan vokasi atau pelatihan kerja di BLK  sangat penting, karena pelatihan ini didasarkan demand driven, kebutuhan pasar kerja, dan dunia industri," kata Hanif.

Keberadaan pelatihan vokasi, kata Hanif, menjadi terobosan di tengah sistem pendidikan formal Indonesia yang membutuhkan waktu panjang.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat partisipasi angkatan kerja naik menjadi 67,26 persen (Agustus 2018) atau mengalami peningkatan jika dibandingkan Agustus 2017, yaitu 66,67 persen.

Hal ini  diiringi dengan turunnya tingkat pengangguran menjadi 5,34 persen (Agustus 2018) dan kenaikan jumlah angkatan kerja yang bekerja menjadi 124,01 juta orang (Agustus 2018).

"Untuk dapat bersaing dalam dunia kerja, maka penguatan percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui penguatan akses dan mutu pelatihan kerja adalah penting dan mendesak untuk dilakukan," katanya.

Direktur USAID Thomas Crehan mengungkapkan pihaknya bangga dapat ikut serta dalam upaya pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif di wilayah Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya.

"Kami senang dapat memberikan akses pelatihan berkualitas kepada kaum muda yang kurang mampu secara ekonomi dan rentan," kata Crehan.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan MoU antara Ditjen Binalattas Kemenaker RI dengan The Welding Institute of United Kingdom yang fokus pada kerja sama pelatihan  dan sertifikasi las kelas dunia.

Guna memeriahkan kegiatan ini, BBPLK Semarang bekerja sama dengan USAID menyelenggarakan kegiatan pendukung, yaitu Youth Career Fest yang meliputi Job Fair, Dialog Interaktif, Kelas Edukasi, Pameran, dan Stand Up Comedy.


(ROS)