Petahana Pilkada Kota Yogyakarta Diadang Angka Kematian Ibu & Bayi

Patricia Vicka    •    Selasa, 04 Oct 2016 19:16 WIB
pilkada serentak
Petahana Pilkada Kota Yogyakarta Diadang Angka Kematian Ibu & Bayi
Ilustrasi/Cliparts

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tingginya angka kematian ibu dan bayi menjadi momok bagi pasangan calon petahana pilkada Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti-Imam Priyono. 

Anggota Panitia Khusus (Pansus) LPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) DPRD Kota Yogyakarta, Nasrul Khoiri, mengatakan target mengerem angka kematian ibu dan bayi pada 2015 tak mencapai target sesuai yang tertera dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2012-2015.

"Ditarget 113 orang per seratus kelahiran baru. Namun, realisasinya masih 125,88 orang per seratus ribu kelahiran baru," kata Nasrul di kantor DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (4/10/2016).

Angka kematian bayi dari target 7,3 orang per seribu kelahiran pun realisasinya 8,31 orang. Pada 2014 angka kematian bayi lebih tinggi, mencapai 14,19 orang per seribu kelahiran. "Padahal targetnya 7,8 orang," ujarnya.

Hal ini, kata dia, menjadi ironi di tengah lengkapnya fasilitas kesehatan di Kota Yogyakarta. Nasrul mengatakan akan segera memanggil kepala daerah untuk menjelaskan penyebab belum tercapainya target yang ditetapkan.

"Aneh saja kalau masih terjadi kasus seperti ini. Padahal, layanan dan tenaga medis di Kota Yogyakarta sudah mencukupi dan tersebar merata," kata dia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat, mengatakan kasus kematian ibu banyak terjadi pada ibu ber-KTP Kota Yogyakarta yang tinggal di luar kota.

"Sehingga kami tidak bisa memonitor selama masa kehamilan," katanya.

Untuk target angka kematian bayi, Agus berargumen itu terjadi karena kondisi ibu yang tidak sehat dan kehamilan yang tidak diinginkan. 

"Solusi yang sudah kami lakukan adalah memperkuat sistem monitor terpadu atau antenatal care (ANC) dari semenjak kehamil muda hingga bersalin," katanya.



(UWA)