Sleman Diterjang Lima Bencana Longsor Sepanjang November

Patricia Vicka    •    Rabu, 22 Nov 2017 20:21 WIB
bencana longsorbencana banjir
Sleman Diterjang Lima Bencana Longsor Sepanjang November
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Yogyakarta: Kabupaten Sleman rawan dilanda tanah longsor saat musim hujan tiba. Sebanyak lima longsor terjadi di tiga kecamatan selama November 2017.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menguraikan longsor terjadi yang terjadi di Kecamatan Cangkringan, Depok,  dan Pakem.

Longsor di Cangkringan, Dusun Klitren, Kidul, terjadi pada Jumat 17 November 2017. Tebing berukurang 3x4 meter ambles dan menutup akses jalan ke empat RT. Longsor juga terjadi di tebing pinggir sungai. Derasnya arus sungai menyebabkan dasar sungai terkerus.

Longsor di Kecamatan Depok terjadi di Desa Catur Tunggal dan Dusun Blimbingsari. Sebuah tebing tanah berukuran 3x5 meter terban.

Longsor di pinggir sungai turut menyebabkan sejumlah talud penahan tanah ambrol. Salah satunya talud berukuran 20 meter dengan lebar 4 meter di Dusun Ngelosari Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem. Runtuhan talud merusak kebun salak warga.

Talud di Dusun Jetisan, Desa Hargo Binangun, yang berukuran 12x3 meter juga roboh tergerus air hujan.

"Tidak ada korban jiwa ataupun rumah rusak akibat longsor. Kondisi sekarang daerah di wilayah sekitar talud ambrol dan longsor sudah diperbaiki. Jalan yang tertutup sudah bisa dilewati,” ucap Makwan melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Rabu, 22 November 2017.

Sementara, Kepala pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menjelaskan setidaknya ada empat desa di Prambanan yang rawan terjadi longsor. Desa Sumberharjo, Desa Gayamharjo, Desa Sambirejo dan Desa Wukirharjo adalah lokasi yang rawan diserang longsor.

“Kempat desa itu terletak di dataran tinggi. Banyak tebing disana yang struktur tanahnya rapuh,” kata Joko.

Hingga kini pihaknya belum menerima laporan longsor di wilayah tersebut. Biasanya longsor terjadi pada puncak musim hujan yang diperkirakan jatuh Januari- Februari 2018. Ia mengaku BPBD Kabupaten Sleman telah mengumpulkan aparat desa dan Babinsa serta warga di wilayah tersebut untuk bersiap dan mengantisipasi kejadian longsor.

“Kami sudah minta warga untuk mengisi tebing-tebing yang retak dengan tanah. Sehingga permukannya lebih solid dan tidak mudah longsor saat hujan lebat turun,” jelasnya.

Warga yang memiliki rumah dibawah tebing juga dihimbau untuk waspada. Jika hujan lebat turun selama lebih dari dua jam, warga diminta segera mengungsi ke rumah tetangga yang jauh dari tebing. Alat Early Warning system (EWS) longsor yang ada telah diperiksa dan diperbaiki kondisinya.


(SUR)