Pemkot Surakarta Kebut Dirikan BNNK

Pythag Kurniati    •    Senin, 04 Dec 2017 19:40 WIB
narkoba
Pemkot Surakarta Kebut Dirikan BNNK
Wali Kota Solo (kiri kedua) mendampingi Kepala BNN Budi Waseso (kanan kedua) dalam gelar perkara penggrebekan pabrik PCC berkedok rumah di Solo, Jateng, Senin, 4 Desember 2017, Medcom - Pythag

Solo: Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memastikan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta, Jawa Tengah, segera dibentuk. Pernyataan itu dikemukakan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo usai mengikuti jumpa pers terkait penggerebekan pabrik pil PCC.

"Sudah kami siapkan (kantor BNNK)," ujar pria yang akrab disapa Rudy tersebut, Senin, 4 Desember 2017. Pemkot Surakarta bakal menempatkan kantor BNNK di bekas kantor BPBD, kompleks Balai Kota Surakarta.

Lokasi yang disiapkan pemerintah tersebut dirasa sesuai digunakan sebagai kantor BNNK. "Cukup untuk perkantoran dulu. Baru nanti kita rancang untuk membangunkan bangunan sendiri," ujar Wali Kota Surakarta.

Ia juga telah mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi personel kantor BNNK Surakarta. "Nama-nama sudah diajukan pada pusat," imbuhnya.

Rudy mengklaim, dikebutnya pembentukan BNNK bukan semata-mata lantaran adanya penggerebekan pabrik pil PCC di Jalan Setia Budi Nomor 66 Kampung Cinderejo Lor RT 01 RW 04 Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo. 

"Sebenarnya pembahasannya memang sudah lama," ujarnya.

Namun ia mengaku, BNNK bisa menjadi garda depan dalam memerangi narkoba dan obat-obatan terlarang. "Kita memperjuangkan generasi muda. Kalau mengkonsumsi narkoba atau obat terlarang bisa jadi generasi pah-poh nanti," papar dia.

Selain itu, Rudy meminta seluruh jajaran mulai dari RT, RW, lurah hingga camat semakin mengetatkan pengawasan. Ia pun menegaskan kembali aturan tamu wajib lapor 1x24 jam.

"Sudah saya sampaikan dalam rapat staf. Berikan informasi ke saya atau aparat jika ada yang mencurigakan," kata dia.

Terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terkait peredaran narkoba dan pil PCC. Berkaca dari kasus di Solo, lanjutnya, pelaku bahkan menggunakan modus mendirikan pabrik di pusat kota.

"Modusnya memang mendirikan pabrik di tengah kota. Mencari lokasi yang ramai, supaya tidak dicurigai orang," paparnya.

BNN dan polisi masih terus mendalami kasus ini. Mulai dari mengusut tuntas jaringan peredaran pil PCC hingga kemungkinan keterlibatan oknum atau ahli obat dalam pengoperasian pabrik pil PCC.



(RRN)