Korban Desak Hannien Tour Kembalikan Uang Umrah Jemaah

Pythag Kurniati    •    Jumat, 29 Dec 2017 19:32 WIB
penipuan
Korban Desak Hannien Tour Kembalikan Uang Umrah Jemaah
Kapolresta Solo dan dua tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan umrah Hannien Tour di Mapolresta Surakarta, Jumat, 29 Desember 2017.

Solo: Warga Gemolong, Sragen, Rahmawati, 28 menjadi salah satu korban kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan PT. Usmaniyah Hannien Tour. Mimpi Rahmawati dan ibunya menjalankan umrah ke tanah suci pun kandas.

"Awalnya saya kira baik-baik saja. Tak tahunya bermasalah," ujar Rahmawati, Jumat, 29 Desember 2017.

Rahmawati tak menyangka akan menjadi bagian dari ratusan orang korban Hannien Tour. Kilas balik ia bercerita, pada 2016 telah menyetorkan uang kepada Kantor Cabang Hannien Tour Solo, Jawa Tengah guna beribadah umrah bersama ibunya.

"Pelunasan 2016. Tapi sampai sekarang belum diberangkatkan," bebernya.

Alasan pihak Hannien Tour, kata dia, bermacam-macam. Mulai dari salah perhitungan hingga pesawat yang belum siap. Puluhan orang calon jemaah umrah yang menjadi korban kemudian melapor ke Polresta Surakarta.

"Sekarang sudah diproses hukum. Tapi bagaimana ya, kami juga minta uang kami dikembalikan," tutur dia.

Baca: Pimpinan Travel Umrah Hannien Tour Ditangkap Polisi

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengemukakan, Hannien Tour memberikan berbagai promo untuk menarik minat masyarakat. Pada 2015, Hannien Tour pernah memberikan harga spesial Rp18 juta untuk perjalanan umrah.

Jumlah keseluruhan korban yang mendaftar melalui Kantor Cabang Hannien Tour Solo, lanjutnya, diketahui mencapai 400 orang. "Jika dihitung rata-rata membayar Rp20 juta. Maka kerugian diprediksi mencapai Rp8 miliar," beber dia.

Ia menambahkan, biro perjalanan umrah ini berkantor pusat di Bogor, Jawa Barat. Kasus yang sama juga dialami oleh 10 kantor cabang Hannien Tour lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.

Adapun korban seluruh kantor cabang dan kantor pusat Hannien Tour diperkirakan mencapai 1.800 orang. Dengan jumlah kerugian Rp37 miliar.

Polresta Surakarta, saat ini telah membekuk dua orang tersangka. Mereka adalah Direktur Hannien Tour FR, 45 dan Direktur Keuangan AS, 51. Polisi pun menyita sejumlah barang bukti seperti baju ihram, seragam batik, buku panduan perjalanan umrah, tas koper bertulis Hannien Tour, laptop dan dokuman-dokumen.

Atas dugaan penipuan dan penggelapan, tersangka dijerat Pasal 378 atau 372 KUHP serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.


(ALB)