Pola Tanam Pohon Dinilai Monoton Presiden Tuntut Perubahan

Ahmad Mustaqim    •    Sabtu, 09 Dec 2017 13:10 WIB
lingkungan
Pola Tanam Pohon Dinilai Monoton Presiden Tuntut Perubahan
Presiden Jokowi selepas penanaman pohon di Gunungkidul. (Medcom.id-Ahmad Mustaqim)

Gunungkidul: Presiden Joko Widodo meminta jajarannya dan masyarakat bisa jujur menyatakan berapa jumlah pohon yang ditanam. Tak hanya itu, ia meminta masyarakat bisa melanjutkan perawatan usai penanaman. 

"Angka 45 ribu harus riil. Harus dicek kelanjutannya," ujar Jokowi dalam acara Hari Menanam Pepohonan Indonesia (HMPI) di Desa Karang Asem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 9 Desember 2017.

Baca: Presiden Jokowi Tanam Pohon Jati di Gunungkidul

Dalam peringatan HMPI itu, sebanyak 45 ribu pohon ditanam. 42 ribu pohon diantaranya sudah ditanam. 3.000 sisanya ditanam Presiden Jokowi bersama berbagai masyarakat. 

Menurutnya, bertahun-tahun jajarannya melakukan hal monoton dan tak pernah berubah. Menurut Jokowi, pola demikian harus diubah. 

"Anggaran Kementerian Kehutanan besar, tapi habis. Mana yang sudah hijau?" ungkapnya. 

"Perencanaan tanam pohon harus disusun dengan baik. Mulai dari penganggaran, pembuatan bibit, hingga pemantauan kehidupan tanaman. Tanaman yang ditanam harus bisa hidup dan terjadi penghijauan," tegas Presiden. 

Menurutnya, anggaran yang keluar tahun ini, masa penanaman pohon yang dilakukan harus tahun depan.  Kemudian diikuti pemeliharaan dan perawatan tanaman. 

"Tanaman harus betul dipelihara, dirawat. Harus ada tindakan yang lebih nyata. Lebih konkret. Setiap pekerjaan akan saya cek, kontrol, dan awasi," kata Jokowi. 

Ia menambahkan, masyarakat memerlukan kinerja pemerintah yang konkret. Selain itu, hasil kerja harus berwujud nyata dan bisa dirasakan masyarakat. 

"Saya ingin lahan di Gunungkidul bisa aman. Masyarakat harus bersama merawat tanaman sehingga tidak menyebabkan bencana meski terjadi cuaca ekstrem," jelasnya. 



(ALB)