Harga Sayuran di Pekalongan Naik 50 persen

Kuntoro Tayubi    •    Kamis, 14 Dec 2017 17:42 WIB
harga sembakoharga sayur
Harga Sayuran di Pekalongan Naik 50 persen
Suasana di pasar Induk Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah. (Medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Pekalongan: Menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, harga sayuran di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mulai merangkak naik. Kenaikan paling tinggi harga Tomat, yakni mencapai 50 persen.
 
“Tomat naik sekitar 50 persen, dari harga semula Rp8.000/kg menjadi Rp12.000/kg. Sedangkan wortel naik Rp2.000/kg, dari harga semula Rp 8.000/kg menjadi Rp10.000/kg. Kenaikan harga sudah biasa terjadi menjelang Natal dan menjelang tahun baru," kata pedagang sayuran, Dwi, Kamis, 14 Desember 2017, di Pasar Induk Kajen.
 
Ditambahkannya, cabai merah kriting juga mengalami kenaikan, dari harga semula Rp24.000 menjadi Rp28.000/kg. Untuk harga sayuran yang masih stabil diantaranya adalah kol Rp4.000/kg, cabai rawit Rp12.000/kg dan daun bawang Rp12.000/kg.
 
Akibat kenaikan sejumlah harga tersebut, menurut Dwi, omsetnya menurun sekitar 40 persen, karena pembeli mengurangi belanjaan. "Tomat kalau kondisi normal bisa habis sampai 20 kg, sekarang cuma 12 kg per hari. Cabai biasanya habis 12 kg per hari, sekarang cuma 6-7 kg per hari," ujarnya.
 
Senada juga dituturkan pedagang lain, Ningsih. Katanya, kenaikan harga sayuran sudah terjadi sejak dua hari terakhir. "Kenaikan paling tinggi adalah tomat dan wortel. Tomat dari harga semula Rp 9 ribu/kg, naik jadi Rp 11 ribu/kg. Wortel naik dari harga Rp 5 ribu, jadi Rp 8 ribu/kg. Kol juga naik dari harga Rp 4 ribu/kg, jadi Rp 5 ribu/kg," paparnya.
 
Selain karena kenaikan harga jelang Natal dan tahun baru 2018, musim penghujan yang masih terjadi, membuat sayuran jadi mudah busuk. "Akibatnya saya rugi sampai 25 persen, karena sayurannya banyak yang busuk dan jumlah pembeli juga menurun," katanya.
 
Para pedagang memperkirakan kenaikan harga akan terus terjadi hingga seminggu sebelum hari raya natal 2017.


(ALB)