Pancaroba Melanda, Nelayan Pantai Selatan Merana

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 15 Nov 2017 19:48 WIB
pangancuaca ekstrem
Pancaroba Melanda, Nelayan Pantai Selatan Merana
Nelayan Pantai baron Gunungkidul saat merapikan perangkat melaut. Metrotvnews.com / Ahmad Mustaqim

Gunungkidul: Cuaca tak menentu menjelang musim hujan mulai melanda Kabupaten Gunungkidul. Sejumlah nelayan di Gunungkidul didera paceklik tangkapan ikan.

Cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat nelayan tak bisa melaut.

Nardi, seorang nelayan di Pantai baron, mengatakan, banyak nelayan yang mengurungkan niatnya melaut. Menurutnya, hanya ada beberapa nelayan yang memaksakan diri melaut.

"Kalau ada yang melaut, paling sekali berangkat hanya dapat 30 sampai 50 kilogram. Tangkapannya tusun banyak, biasanya sekali melaut bisa dapat 120 kilogram ikan," kata dia di Gunungkidul pada Rabu, 15 November 2017.

Samidi, yang juga seorang nelayan Pantai Baron, mengungkapkan, hasil tangkapan ikan yang melaut pun tak memuaskan. Ia menyebut tangkapan ikan berukuran kecil yang memiliki nilai jual rendah.

"Sekilogram cuma dijual Rp40 ribu," kata dia.

Warga diminta waspada

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), saat ini sedang memasuki musim penghujan. Mendung hitam serupa awan cumolonimbus hampir tampak setiap hari di sebagian besar wilayah Yogyakarta, termasuk Gunungkidul.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana di musim pancaroba. Sejumlah potensi bencana mengintai wilayah Gunungkidul saat musim hujan. Mulai dari angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sutaryono, mengatakan, instansinya sudah  memasang early warning system (EWS) di 63 titik di 6 kecamatan rawan bencana.

"Enam kecamatan itu ada Gedangsari, Patuk, Ponjong, Nglipar, Ngawen, dan Semin," katanya.

Selain EWS, BPBD Gunungkidul juga telah memasang rambu-rambu penanda bahaya ancaman longsor di sejumlah lereng atau tebing. Beberapa tebing tersebut berada di kawasan wisata pantai selatan. Misalnya, Pantai Baron, Krakal, Drini, Pulang Sawal, serta Pantai Sepanjang.
 
"Kami juga mengimbau warga memotong dahan-dahan pohon yang ribun agar mencegah dampak jika terjadi angin kencang. Setidaknya ini bisa meminimalisasi jika ada dampak dari bencana," ungkap Sutaryono.

Ia mengklai Gunungkidul sudah memiliki 40 desa siaga bencana. Menurut dia, 10 desa siaga bencana sudah terbentuk tahun ini dan tahun depan ditarget bisa membantuk 12 desa tangguh bencana.


 


(SUR)