Mitigasi Gempa dan Tsunami

Bangunan di Pesisir Selatan Wajib Punya Tempat Evakuasi

Patricia Vicka    •    Jumat, 05 Oct 2018 19:33 WIB
tsunami
Bangunan di Pesisir Selatan Wajib Punya Tempat Evakuasi
Suasana di pantai selatan DIY, sumber foto: istimewa

Yogyakarta: Tata ruang yang memerhatikan mitigasi bencana sudah diaplikasikan di pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu contoh Pemda DIY mewajibkan bangunan baru di pantai selatan untuk menyiapkan tempat evakuasi tsunami. 

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Krido Suprayitno mengatakan pembangunan tempat evakuasi diwajibkan bagi bangunan bertingkat di wilayah tertentu. Tempat evakuasi ini terletak di bagian atas bangunan. 

"Tidak semua bangunan. Hanya di tempat tertentu dan yang bertingkat," ujar Krido melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Jumat 5 Oktober 2018.

Selain itu Pemda DIY gencar menyosialisasikan bangunan di pinggir pantai sesuai dengan Peraturan Presiden(Perpres) Nomor 51 tahun 2016 tentang sepadan pantai. Bangunan di sepanjang pantai selatan Yogyakarta dilarang berdiri di garis sepadan.

"Kabupaten Bantul dan Kulonprogo garis sepadannya berjarak 200 meter dari bibir pantai. Kalau di Gunungkidul yaitu 100 meter. Jadi tidak boleh dirikan bangunan kurang dari itu," jelas dia.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi korban saat bencana terjadi. Pasalnya pantai selatan DIY rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Abrasi pantai juga sering terjadi di daerah sekitar pantai. Krido menegaskan bangunan lama yang masuk dalam daerah sepadan pantai akan ditindak. 

Berdasarkan peta kerentanan dan peta ancaman BPBD DIY, setidaknya ada 11 kecamatan dan  46 desa di tiga kabupaten DIY yang berada di kawasan risiko bencana tsunami. Warga yang terancam terpapar tsunami di tiga kabupaten diperkirakan berjumlah 48 ribu orang.



(RRN)