Terduga Teroris Tertangkap saat Operasi Lalu Lintas

Kautsar Widya Prabowo    •    Kamis, 21 Feb 2019 14:09 WIB
terorisme
Terduga Teroris Tertangkap saat Operasi Lalu Lintas
Ilustrasi. Medcom.id/Mohammad Rizal

Temanggung: Polisi menangkap terduga teroris bernama Triyono Wagimin Atmo alias Andalus alias Abu Hilwa di Jalan Lingkar Geneng, Kertosari-Temanggung, Jawa Tengah. Ia merupakan jaringan teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Telah diamankan satu orang jaringan teror JAD pada saat dilakukan razia lalu lintas," ujar Karopenmas Mabes Polri Birgjen Dedi Prasetyo, di Jakarta Selatan, Kamis, 20 Febuari 2019. 

Dedi mengatakan awalnya petugas mencurigai Triyono yang langsung lari ke persawahan saat ada operasi lalu lintas dan meninggalkan kendaraannya di jalan. Polisi pun kemudian menggeledah mobil yang dikemudikan Triyono. 

"Mobil yang diparkirkan dibuka paksa lalu digeledah," kata dia.

Dari hasil pengeledahan ditemukan sejumlah barang bukti yang merujuk pada keterlibatan Triyono dengan jaringan terorisme. Di antaranya buku-buku yang berkaitan dengan radikalisme.

"Setelah diamankan, ternyata pelaku adalah orang yang masuk DPO (daftar pencarian orang) Densus 88 Antiteror," imbuhnya.

Baca juga: Terorisme di Indonesia Dipengaruhi Suriah dan Afghanistan

Identitas Triyono beralamatkan di Panjang RT03/RW05, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganayar, Jawa Tengah. Selain itu, pada Juni 2016 ia pernah dideportasi dari Filipina lantaran mengikuti pelatihan militer di Basilan-Filipina Selatan bersama Adi Jihadi.

Untuk diketahui, Adi telah dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena terbukti menyelundupkan senjata dari Filipina ke Indonesia. Adi juga mengirimkan personel Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ke Marawis, Filipina.

Oktober 2016, Triyono mengikuti pelatihan paramiliter di daerah Karang Bolong-Anyer bersama dengan Adi Jihadis, dan dilatih oleh Nanang Kosim; terduga teroris yang ditembak mati oleh Densus 88 Antiteror di Cilegon. Nanang juga terlibat dalam aksi teror di Tanah Air, termasuk pengeboman di Jalan MH Thamrin awal 2016.

Lebih lanjut, Triyono juga pernah merencanakan aksi teror bersama dengan Bambang Eko Prasetyo, Ageng Nugroho, Rio Baraka, Juhedi, Ali Abdulloh, Andi Baso, dan Nanang Kosim dengan modus operandi melakukan penembakan terhadap anggota Polri. 


(MEL)