Presiden Pastikan Vaksin Campak Rubella Aman

Patricia Vicka    •    Selasa, 01 Aug 2017 15:32 WIB
imunisasi
Presiden Pastikan Vaksin Campak Rubella Aman
Presiden Joko Widodo usai membuka Kampanye Imunisasi Nasional 2017 di SMP Madrasah Tsanawiyah 10, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta -- MTVN/Patricia Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Presiden Joko Widodo memastikan, vaksin campak dan rubella atau Measles Rubella (MR) aman dan halal. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2016 menyebutkan, imunisasi bersifat mubah.

"Manfaatnya lebih banyak dari pada mudharatnya. Nanti para menteri yang akan menjelaskannya di lapangan. Kami juga minta partisipasi dari masyarakat," kata Presiden usai membuka Kampanye Imunisasi Nasional 2017 di SMP Madrasah Tsanawiyah 10, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa 1 Agustus 2017.

(Baca: Presiden: 2020, Indonesia Harus Bebas Rubella)

Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek menambahkan, vaksin MR dibuat dari bahan-bahan yang halal.  Tidak ada satu pun bahan vaksin MR mengandung ataupun bersentuhan dengan unsur babi.

"Vaksin campak dibuat dari embrio telur ayam. Kalau rubella dari sel punca darah manusia yang dikembangbiakkan," tegas Nila.

Vaksin MR, lanjut Menkes, diproduksi perusahaan kimia dalam negeri, yaitu PT Biofarma. Sejumlah penolakan warga terhadap vaksin MR dianggap suatu hal yang biasa.

Namun, pihak Dinkes akan terus mensosialisasikan pentingnya imunisasi MR serta meyakinkan masyarakat bahwa bahan dan cara pembuatan vaksin sepenuhnya halal. "Anak-anak kalau tidak diberi vaksin rubella atau campak bisa menyebabkan kebutaan, kelumpuhan, dan gangguan pada otak. Ini bisa menjadi beban negara. Maka, semua anak wajib ikut," tegas Nila.

(Baca: Dampak Buruk Komplikasi Campak dan Rubella)

Nila mengatakan, UUD negara Indonesia jelas mencantumkan bahwa anak-anak punya hak untuk sehat dan hidup normal. Tidak ada sanksi bagi orang tua yang tidak ingin anaknya divaksin, namun setiap akan punya hal dilindungi dari penyakit berbahaya ini.

Menurut Nila, pihaknya akan menggandeng Kementerian Agama dan MUI untuk memberikan penjelasan dan pengertian kepada pihak-pihak yang menolak atau masih ragu dengan vaksin MR. Diharapkan, seluruh anak Indonesia mendapatkan imunisasi MR yang diberikan secara gratis di enam provinsi, 119 kabupaten/kota, dan 3.579 puskesmas di Tanah Air pada Agustus-September 2017.

 


(NIN)