Pemkot Solo Resmikan Kelas Khusus Olahraga

Pythag Kurniati    •    Senin, 17 Jul 2017 14:49 WIB
pendidikan
Pemkot Solo Resmikan Kelas Khusus Olahraga
Peluncuran kelas khusus olahraga di SMP Negeri 1 Solo, Senin, 17 Juli 2017.

Metrotvnews.com, Solo: Pemerintah Kota Solo meluncurkan kelas khusus olahraga setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Solo, Jawa Tengah. Program perdana ini dibuka khusus untuk mengakomodir siswa-siswi berpotensi dalam bidang olahraga.

Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Solo di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Solo, Senin, 17 Juli 2017. Secara simbolis, Wali Kota mengalungkan tanda identitas pada perwakilan peserta didik baru kelas khusus olah raga.

Rudy, demikian sapaan akrab FX. Hadi Rudyatmo mengungkapkan, setiap siswa memiliki potensinya masing-masing. Termasuk potensi di luar bidang akademis. "Olahraga misalnya," kata dia.

Kelas olahraga diresmikan untuk mengasah bakat-bakat siswa di bidang olahraga sejak dini. Mereka disatukan dalam dua kelas khusus atau rombongan belajar (rombel) di SMP Negeri 1 Solo.

“Kelas khusus olahraga ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kelas khusus olahraga mengawali pembahasan untuk membuat lingkup yang lebih  besar nantinya, yakni sekolah olahraga di Solo,” tutur Rudy.

Mengacu data Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Solo, kelas khusus olahraga pertama dibuka pada tahun ajaran 2017/2018 di SMPN 1 Solo.  Ada dua kelas atau rombel yang disiapkan. Masing-masing kelas diisi oleh 32 peserta didik.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Joni Hari Sumantri memaparkan, 64 siswa tersebut bakal memiliki 13 cabang olahraga. “Antara lain atletik, renang, bulu tangkis, tenis, karate, sepak bola dan lain sebagainya,” papar Joni.

Peserta didik kelas khusus olahraga dibimbing oleh 12 pelatih. Meski diharuskan mengikuti latihan rutin setiap pagi dan sore, mereka tetap menerima materi akademis. 

“Jumlah jam belajar dan materi pelajaran yang didapatkan setara dengan siswa regular. Sehingga pelajaran mereka tidak akan tertinggal,” jelas dia.

Siswa-siswi yang tergabung dalam kelas khusus tersebut akan mendapatkan fasilitas gratis seperti pakaian olahraga sesuai cabang olahraga, uang saku dan lain sebagainya. Namun kelas tersebut menerapkan sistem degradasi. Artinya, siswa yang tidak mampu mencetak prestasi di bidang olahraga akan didegradasi ke kelas regular.

“Harapannya kelas olahraga ini akan menjadi tempat pengembangan dan pembibitan yang menelurkan atlet berprestasi di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ujarnya.


(ALB)