Taksi Konvensional Tuntut Ganjar Larang Transportasi Online

Mustholih    •    Kamis, 07 Sep 2017 15:22 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Taksi Konvensional Tuntut Ganjar Larang Transportasi Online
Aksi taksi konvensional di Kota Solo menolak taksi online pada bulan Juli lalu. Foto: MTVN/Phytag Kurniati

Metrotvnews.com, Semarang: Ratusan sopir taksi datang konvensional menuntut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melarang taksi online beroperasi. Sopir taksi pelat kuning menyebut taksi online telah merampas rezeki mereka.

"Parahnya lagi, transportasi online enggak punya undang-undang. Kami kesal kalau mereka beredar seenaknya sampai membuat pendapatan kami turun drastis hampir 50 persen," kata seorang sopir taksi asal Solo, Danang Sulistyono, di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis 7 September 2017.

Forum Taksi Jawa Tengah yang terdiri dari aliansi sopir taksi konvensional ini dengan tegas menolak taksi online ini. Mereka menilai persaingan usaha antara sopir taksi online dengan sopir taksi konvensional sudah tidak sehat.

Pramono, seorang sopir taksi konvensional lainnya, mengakui secara tarif memang kalah dari taksi online. "Kami akui mereka lebih murah. Tapi, pemerintah harus bertindak tegas, ciptakan keadilan antar angkutan jangan pilih kasih dan selalu menunda keputusan," tegas Pramono.

Selain kalah saing soal harga, jumlah taksi online terus bertambah seiring berjalannya waktu. "Mereka mulai melakukan monopoli dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas, sehingga pantas disebut ilegal," tuding Danang.
 


(SUR)