Kisah Mentan Amran Didemo Petani Bebek

Patricia Vicka    •    Jumat, 22 Sep 2017 19:19 WIB
pertanian
Kisah Mentan Amran Didemo Petani Bebek
Menteri Pertania Amran Sulaiman saat menghadiri hari Ulang tahun ke-46 Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Jogja Expo Center (JEC) di Bantul Yogyakarta, Jumat 22 September 2017.


Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kementerian Pertanian berambisi menjadikan Indonesia sebagai lumbung padi dunia pada 2045. Sejumlah strategi dan rencana sudah dilakukan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk meraih target tersebut.

Namun, gara-gara ambisinya, Menteri Amran mengaku pernah di demo petani bebek di Jawa Tengah usai mengirimkan mesin dan alat-alat pertanian.

Usut punya usut, jumlah angka susut padi (losses) dalam proses produksi beras berkurang drastis. Hal ini membuat padi-padi yang rusak atau tidak terpakai saat proses penggilingan berkurang drastis. Pakan bebek pun berkurang.

"Sejak alat pertanian dikirim, losses kita yang dulu 10% bisa ditekan dan cenderung tidak ada. Nah Petani bebek marah," tutur Amran saat menghadiri hari Ulang tahun ke-46 Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Jogja Expo Center (JEC) di Bantul Yogyakarta, Jumat 22 September 2017.

Petani mengaku bebek peliharannya kerap berisik tengah malam. Bebek-bebek itu kelaparan karena tak bisa makan padi rusak.

"Bebek-bebek marah karena enggak ada padi rusak di sawah yang bisa dimakan. Akhirnya petani dan peternak bebek marah dan demo saya," ujarnya sambil tertawa.

Akhirnya Amran menyarankan solusi bagi losses kepada petani dan peternak. Ia meminta petani untuk membagikan padi-padi yang rusak kepada para peternak sebagai pakan bebek.

Pengiriman mesin adalah salah program modernisasi pertanian. Upaya ini dilakukan untuk menekan biaya produksi pertanian.

Ia mengklaim selama kepemimpinannya, Kementan sudah mengirimkan sekitar 8.000 mesin dan alat-alat pertanian ke seluruh daerah di Indonesia. Akibatnya biaya produksi meningkat.

"Biaya produksi petani Rp2 juta per hektare. Sekarang kami sudah kirim 8.000 mesin supaya biaya petani turun jadi cuma Rp1 juta per hektare," jelas Amran.

Ia yakin melalui modernisasi teknologi dan peralatan pertanian, Indoensia bisa menjadi lumbung padi dunia pada 2045. Amran kemudian membuka acara HUT KTNA ke 46 dengan memukul gojok lesung.

Hut KTNA diselenggarakan 22-24 September 2017. Selain seminar dan penyuluhan, diadakan pameran hasil pertanian dan alat-alat pertanian.


(SUR)