Kantor First Travel di Bantul Tutup Sepekan Terakhir

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 24 Aug 2017 16:55 WIB
ibadah umrahkemelut first travel
Kantor First Travel di Bantul Tutup Sepekan Terakhir
Sebuah rumah di Bantul yang jadi salah satu kantor First Travel di Yogyakarta. (MTVN-Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Bantul: Sebuah rumah di Pedukuhan Samiran RT 03 Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terlihat sepi. Bangunan yang berdekatan dengan Gedung Muslimin Ranting Muhammadiyah Parangtritis dan Masjid Al Mukhlishien itu merupakan kantor salah satu kantor cabang First Travel di Yogyakarta. 

Kamis, 24 Agustus 2017, Metrotvnews.com sempat mencoba mencari dan memanggil penghuni rumah. Dipanggil beberapa kali, namun tak ada jawaban. 

Badini, 70, warga setempat mengatakan bangunan yang jadi kantor First Travel itu merupakan rumah pribadi pasangan suami istri, Nita Ariyati dan Takdir Ali Mukti. Rumah pribadi itu memang biasa jadi tempat pendaftaran masyarakat Bantul yang ingin umrah. 

"Iya, rumahnya bu Anita dan pak Takdir," kata Badini.


Badini menunjukkan banner berlogo First Travel di belakang rumah. 

Ia mengatakan, Nita dan Takdir sudah setahun lalu membuka First Travel. Menurutnya, banyak masyarakat setempat yang mendaftar dan berangkat umrah. 

"Tapi sekarang tidak tahu bu Nita dan pak Takdir ke mana. Rumahnya kosong dalam beberapa hari," kata lelaki marbot Masjid Al Mukhlishien ini. 

Badini sempat mengajak melihat halaman belakang rumah Nita dan Takdir. Di sana masih terdapat spanduk bekas yang terdapat tulisan dan logo "First Travel". 

Dalam pada itu, seorang warga Bantul bernama Sugito Hadi muncul. Sugito merupakan ayah dari Nita Ariyati sekaligus mertua Takdir. 

Sugito mengatakan anaknya sudah di Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, mereka sedang mengurusi masalah yang membelit calon jemaah umrah yang telanjur mendaftar via First Travel di Bantul. 

"Orang yang sudah telanjur daftar akan diupayakan untuk bisa berangkat atau dikembalikan uangnya," ungkapnya. 


(SAN)