Sopir Taksi Solo Ancam Sweeping Uber

Pythag Kurniati    •    Kamis, 18 May 2017 19:13 WIB
polemik taksi online
Sopir Taksi Solo Ancam <i>Sweeping</i> Uber
Sopir taksi menggeruduk Balai Kota Solo menolak hadirnya Uber, Kamis, 18 Mei 2017. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Sopir-sopir taksi memberi waktu satu minggu bagi Pemerintah Kota dan Satlantas Polresta Solo untuk menindak tegas taksi-taksi Uber. Lantarannya aplikasi Uber dinilai masuk tanpa disertai izin.

Selain itu, hadirnya Uber dipersoalkan karena tidak menggandeng perusahaan legal taksi lokal di Kota Solo. Pernyataan itu dilontarkan saat puluhan sopir taksi menggeruduk Balai Kota Solo, Kamis, 18 Mei 2017.

"Jika dalam satu minggu tidak ada tindakan tegas atau penilangan, kami akan turunkan seluruh perusahaan taksi di Kota Solo dan kabupaten sekitarnya," ungkap pengawas Kosti Solo, Tri Teguh.

Mereka mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar dari konvoi dan aksi hari ini. "Kami benar-benar ingin pemerintah bertindak tegas secepatnya," kata dia.

Sementara Manajer Kosti Solo, Suyanto mengatakan sopir-sopir taksi juga mengancam akan melakukan sweeping sendiri pada taksi-taksi Uber yang dinilai ilegal. "Kami akan tangkap sendiri dan serahkan taksi ilegal ke pihak berwajib," jelasnya.

Ia mengaku tindakan tersebut tidak berlebihan. "Kalau ilegal, ya, memang harus ditindak seperti itu," imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Solo Hari Prihatno menerangkan, secepatnya akan berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Solo. Regulasi akan dirumuskan sebagai dasar penindakan terhadap taksi-taksi ilegal.

"Kami juga akan layangkan surat pemanggilan kedua pada mereka (Uber)," ujar dia.

Menurut Hari, langkah aplikasi Uber masuk tanpa mengantongi izin memicu aksi sopir-sopir taksi di Kota Solo. Uber yang menggandeng Koperasi Jasa Trans Usaha Bersama (JTUB) juga tidak berkoordinasi dengan Pemkot Solo sebelum beroperasi.

"Padahal Menteri Perhubungan sudah mengatakan jumlah taksi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah," lanjutnya. Mengacu data Dinas Perhubungan Kota Solo jumlah taksi di Kota Solo sudah mencapai 700 unit," jelas Hari.

Artinya, jumlah taksi di Kota Solo telah ia anggap sudah melebihi kuota. Ia mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Solo juga tengah menunggu hasil kajian dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) tentang kebutuhan masyarakat terhadap transportasi di Kota Solo.

Hari mengimbau sweeping sepihak tidak dilakukan oleh sopir-sopir taksi. "Jangan ambil tindakan sendiri. Mari kita jaga kondusifitas Kota Solo," tutupnya.


(SAN)