Harga Bawang Melejit karena Importir Tunda Pasokan

Patricia Vicka    •    Jumat, 16 Jun 2017 16:22 WIB
bawang
Harga Bawang Melejit karena Importir Tunda Pasokan
Petugas dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan harga di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. (Ant/Hendra Nurdiansyah)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Menjelang Lebaran, harga bawang putih di Daerah Istimewa Yogyakarta terus meroket. Berkurangnya pasokan disebut-sebut sebagai pemicu utama tingginya harga.

Pekan ini, harga bawang putih jenis Kating di beberapa pasar tradisional mencapai Rp70 ribu per kilogram (kg). Padahal harga pekan lalu masih di kisaran Rp50-60 ribu/kg.

Salah satu pedagang di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Yani, mengatakan, harga bawang putih Kating mulai naik sejak awal pekan ini.

"Minggu lalu masih Rp55-60 ribu/kg. Dari pusat stoknya juga berkurang," ujar wanita paruh baya ini pada Metrotvnews.com, Jumat, 16 Juni 2017.

Sebaliknya, harga bawang putih jenis Sin Chung turun dari sebelumnya Rp35 ribu/kg menjadi Rp25ribu-30 ribu/kg. Meski harga lebih murah, pembeli tetap memilih bawang putih jenis Kating.

"Sudah saya tawarkan yang Sin Chung. Tapi ibu-ibu tetap pilih yang Kating. Katanya aromanya lebih terasa," tutur Yani.

Harga tinggi juga terjadi di Pasar Colombo, Nganglik, Sleman. Purwani, pedagang sembako, tak cuma mengeluh tingginya harga.

Dia juga kesal dengan pasokan yang menipis. Ia terpaksa menjual bawang putih secara eceran agar semua pembeli kebagian. Satu orang hanya boleh membeli 500 gram bawang putih.

"Barang yang datang terbatas. Tiap pedagang sekarang dibatasi penambahan stoknya. Kalau dulu enggak," tuturnya.

Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Daerah DIY Sugeng Purwanto mengatakan kenaikan ini terjadi karena berkurangnya pasokan impor yang diberikan ke pedagang. Ia mencontohkan pengiriman ke Pasar Beringharjo yang biasanya 500 kuintal dibatasi hanya 50 kilogram.

"Kating itu kan kita impor. Sekarang pasokan impor berkurang. Jadi pasokan ke pasar juga berkurang," katanya.

Namun Ketua III TPID DIY, Budi Hananto mengatakan kenaikan juga disebabkan adanya distribusi yang tersendat. Sejumlah importir bawang putih di Semarang disinyalir melakukan penimbunan bawang putih kating.

"Infonya saya dengar ada importir nakal di Semarang. Jadi pasokan ke Yogya dan Jateng berkurang. Sudah ditangani Polda Jateng." pungkasnya.

Sekadar informasi, bawang putih jenis Kating dan Sin Chung (sering juga disebut cincau) sama-sama diimpor dari Tiongkok.


(SAN)